Panen Padi Bersama Warga, Sashabila Siapkan Solusi untuk Petani

Bupati Taliabu, Sashabila Widya L Mus didampingi Kadis Pertanian, Atma, Kepala Bappeda dan beberapa Pimpinan OPD dilingkungan Pemda Taliabu mendampingi Petani memanen Hasil Padi di Desa Onemay, Selasa (19/05/2026). Foto : istimewa

 

JAZIRAHNUSANTARA – Bupati Sashabila Mus turun langsung memanen padi bersama kelompok tani di Desa Onemay, Kecamatan Taliabu Barat Laut, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, Selasa (19/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sashabila menyerap langsung aspirasi petani dan mengantongi dua persoalan utama yang dinilai mendesak untuk segera diselesaikan pemerintah daerah, yakni perbaikan akses jalan menuju areal persawahan serta kepastian harga jual hasil panen.

Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan tani saat musim hujan masih menjadi kendala besar bagi petani dalam mengangkut hasil panen maupun melakukan perawatan lahan.

“Bagaimana supaya jalan-jalan untuk masuk dan keluar dari lokasi sawah ini bisa dibenahi. Pada saat musim becek dan hujan, mobilitas barang dan perawatan lahan cukup sulit. Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk segera menyepakati pembangunan jalan tani,” ujar Sashabila.

Selain persoalan infrastruktur, Bupati juga menyoroti tata niaga pascapanen yang dinilai masih menjadi tantangan di sektor hilir, terutama terkait serapan pasar dan stabilitas harga komoditas pertanian.

Ia menginstruksikan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi untuk melakukan pendataan hasil bumi masyarakat agar distribusi komoditas lokal dapat berjalan lebih efisien dengan harga yang kompetitif.

Menurut Sashabila, kepastian pasar sangat penting, bukan hanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga sebagai langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas inflasi daerah.

“Saya yakin hasil panen yang baik harus berakhir di meja makan yang baik juga, dengan proses yang mudah dan harga yang terjangkau. Mulai dari tingkat petani sampai ke rumah warga harus dipermudah kelancarannya, sehingga kita bisa bersama-sama menekan tingkat inflasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan pertanian tidak bisa dilakukan oleh satu pihak semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Salah satu langkah yang dinilai penting, lanjut dia, ialah pemutakhiran data pertanian oleh para penyuluh di lapangan agar program bantuan dari pemerintah pusat dapat tersalurkan lebih cepat dan tepat sasaran.

Pemerintah daerah juga memproyeksikan penguatan basis data pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung, serta optimalisasi kelembagaan lokal seperti Koperasi Desa Merah Putih sebagai investasi jangka panjang dalam membangun ketahanan pangan daerah.

“Ini bukan sekadar prestasi saya selaku bupati, melainkan capaian kita bersama. Tanpa kerja keras di lapangan, koordinasi di pemerintahan, hingga upaya proaktif ke kementerian pusat, agenda ini tidak akan berjalan maksimal. Sinergi inilah yang akan terus kita kawal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Taliabu, Atma, mengatakan pihaknya menargetkan Pulau Taliabu dapat mencapai swasembada pangan sebelum tahun 2030.

Target tersebut, kata Atma, sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Sesuai program Presiden Prabowo, kami di Dinas Pertanian akan berupaya keras meningkatkan hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami menargetkan sebelum tahun 2030 Pulau Taliabu sudah mampu mencapai swasembada beras,” pungkasnya. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup