Dikbud Malut Dorong Taliabu Konsisten Daftarkan Warisan Budaya ke Tingkat Nasional
JAZIRAHNUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara mendapat apresiasi atas komitmennya dalam melestarikan dan mendorong penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) di Taliabu.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, Darwin A. Rahman, saat diwawancarai wartawan usai mengisi materi kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan WBTB di Kabupaten Pulau Taliabu, Sabtu (22/08/2026) sore kemarin.
Darwin menilai, keterlibatan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taliabu dan komunitas budaya dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga keberadaan warisan budaya Taliabu.
Menurutnya, pelestarian kebudayaan memiliki empat skema utama, yakni perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan.
“Langkah pertama yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu adalah melakukan perlindungan, diawali dengan sosialisasi,” kata Darwin.
Ia menyebut antusiasme pemerintah daerah dan peserta dalam kegiatan selama dua hari tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan proses pelestarian budaya secara berkelanjutan.
Darwin berharap semangat tersebut dapat dipertahankan sehingga setiap tahun terdapat warisan budaya dari Pulau Taliabu yang dapat didorong untuk ditetapkan sebagai WBTB.
Ia menjelaskan, pelestarian warisan budaya penting dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap peninggalan para leluhur sekaligus menjaga identitas budaya bagi generasi mendatang.
“Sebagai generasi hari ini tentu kita perlu melestarikan dalam bentuk mencatatkan dan mendaftarkan warisan budaya kita di tingkat nasional, sehingga warisan budaya Taliabu bisa sejajar dengan warisan budaya lainnya di Indonesia,” ujarnya.
Darwin juga mengungkapkan, kegiatan sosialisasi dan pendampingan yang awalnya difokuskan pada penyampaian materi dan diskusi berkembang lebih jauh. Antusiasme peserta mendorong tim untuk mulai melakukan perekaman data sebagai bahan penyusunan naskah akademik.
“Alhamdulillah, dengan semangat antusias peserta yang begitu tinggi, kita sudah masuk pada perekaman data untuk naskah akademiknya,” jelasnya.
Tahapan berikutnya, kata Darwin, akan dilanjutkan dengan perekaman video dokumenter sebagai bagian dari proses pendokumentasian warisan budaya Taliabu. Kegiatan tersebut telah dijadwalkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Taliabu.
Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Pulau Taliabu, Sukri Lasanya, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya inventarisasi dan pendokumentasian warisan budaya yang ada di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Sukri usai menutup kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Dokumen WBTB Kabupaten Pulau Taliabu kemarin.
Menurutnya, hasil kegiatan selama dua hari tersebut harus ditindaklanjuti dengan inventarisasi, dokumentasi dan pendataan secara menyeluruh terhadap berbagai warisan budaya yang dimiliki masyarakat Taliabu.
“Pada prinsipnya pemerintah daerah mendukung kegiatan ini sehingga ke depannya dapat ditindaklanjuti dengan melakukan inventarisasi dan dokumentasi terkait warisan budaya yang ada di Kabupaten Pulau Taliabu,” kata Sukri.
Ia menilai, kebudayaan merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Taliabu. Karena itu, keberadaan data yang lengkap mengenai sejarah dan warisan budaya menjadi kebutuhan mendasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan kebudayaan di daerah.
Sukri mengakui masih banyak potensi budaya Taliabu yang belum terdokumentasi secara baik. Kondisi tersebut membuat proses penggalian dan pendataan menjadi penting untuk dilakukan secara berkelanjutan.
“Warisan budaya atau kebudayaan yang ada di Pulau Taliabu ini perlu digali karena itu merupakan jati diri masyarakat Taliabu,” ujarnya.
Ia menambahkan, data hasil inventarisasi dan dokumentasi nantinya dapat menjadi dasar untuk mendorong sejumlah warisan budaya Taliabu agar diajukan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan penetapan.
“Dengan data itulah kita bisa membangun Kabupaten Pulau Taliabu dari sisi kebudayaannya. Untuk menyusun kebijakan-kebijakan daerah dalam segi pembangunan budaya, kita harus punya data,” kata Sukri.
Pemerintah daerah, kata Sukri, akan terus memberikan dukungan terhadap proses pendataan, dokumentasi dan pengusulan WBTB sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah.
Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dan berharap proses pendampingan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut hingga menghasilkan dokumentasi dan pengusulan warisan budaya Taliabu ketingkat nasional. (red)













