Pemda Taliabu Salurkan Jonder, Petani Bahu Siapkan 35 Hektare Lahan Tidur untuk Sawah
JAZIRAHNUSANTARA – Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat atau jonder dari Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu bakal diarahkan untuk membuka lahan tidur menjadi areal persawahan di Desa Bahu.
Ketua Kelompok Tani Mamiri Bahu, Naser Komba, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, khususnya Dinas Pertanian dan Pangan, atas bantuan jonder tersebut.
Menurut Naser, bantuan itu akan dimanfaatkan untuk mendukung pembukaan lahan persawahan di dua titik di Desa Bahu.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Taliabu, khususnya Dinas Pertanian dan Pangan, yang telah memberikan bantuan jonder,” kata Naser, Senin (17/8/2026).
Ia mengatakan, keberadaan jonder akan dimanfaatkan untuk mengolah lahan-lahan tidur yang selama ini belum produktif agar dapat difungsikan sebagai lahan pertanian, khususnya persawahan.
“Kita akan manfaatkan lahan-lahan tidur di Desa Bahu untuk dijadikan persawahan,” ujarnya.
Sementara itu, Haji Suryadi perwakilan Kelompok Tani Batu Tulis, Desa Bapenu yang mendapatkan bantuan alsintan hand traktor juga mengaku memanfaatkan bantuan alsintan berupa hand traktor untuk kepentingan pengolah lahan pertanian milik kelompoknya.
Penyuluh Pertanian Desa Bahu dan Bapenu, Hamni Pisalemo, menjelaskan terdapat dua titik lahan yang direncanakan untuk dibuka menjadi areal persawahan.
Titik pertama berada sebelum memasuki Desa Bahu dengan luas sekitar 15 hektare. Sementara titik kedua berada di bagian belakang kampung, di kawasan yang terdapat kuala dan berbatasan dengan wilayah bawah gunung, dengan luas sekitar 20 hektare.
“Kalau untuk Bahu ada dua titik. Satu di bagian sebelum Bahu, sekitar 15 hektare. Kalau yang di belakang kampung, rencananya akan dibuka kurang lebih 20 hektare,” jelas Hamni.
Dengan demikian, total lahan yang diproyeksikan untuk dikembangkan menjadi persawahan mencapai sekitar 35 hektare.
Hamni menegaskan lahan tersebut sebelumnya merupakan lahan tidur sehingga pemanfaatan jonder diharapkan dapat mempercepat proses pembukaan dan pengolahan lahan.
“Lahan itu lahan tidur. Jadi difungsikan menjadi lahan sawah. Ini yang sedang kami rencanakan,” katanya.
Ia juga berharap dukungan Pemerintah Daerah dan berbagai instansi terkait agar rencana pengembangan lahan persawahan tersebut dapat direalisasikan.
Menurutnya, pengembangan lahan pertanian di Desa Bahu sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Kami berharap dukungan dari Pemda dan berbagai instansi supaya ini bisa terwujud. Ini bagian dari agenda ketahanan pangan. Kami dari Desa Bahu ingin ikut mewujudkan itu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Taliabu, Atma, menegaskan bantuan alat pertanian yang disalurkan kepada kelompok tani di sejumlah desa harus digunakan untuk kepentingan petani.
Ia mengingatkan kelompok tani agar tidak mengalihfungsikan maupun memanfaatkan alsintan bantuan pemerintah untuk kepentingan di luar tujuan pemberian bantuan.
Atma menegaskan, apabila di kemudian hari ditemukan adanya pengalihan fungsi atau penyalahgunaan alat pertanian tersebut, pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat mengambil kembali bantuan yang telah disalurkan.
Ia berharap kelompok tani penerima bantuan dapat menjaga dan memanfaatkan alsintan secara optimal sehingga benar-benar memberikan manfaat terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Pulau Taliabu. (red)













