Momentum HUT RI, Bupati Taliabu Serahkan Alsintan Ke Kelompok Tani untuk Swasembada Pangan

Bupati Taliabu, Sashabila Widya L Mus didampingi, Atma Kepala Dinas Pertanian dan Pangan menyarankan bantuan alsintan kepada perwakilan kelompok Tani Air Rata Desa Salati. (Foto: Fardanan Fahri)

 

JAZIRAHNUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani penerima manfaat dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/08/2026).

Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L Mus.

Bupati mengatakan, penyerahan alsintan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui mekanisasi pertanian.

“Ini merupakan wujud nyata kehadiran dan inisiasi penuh Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu dalam mendukung program mekanisasi pertanian demi terwujudnya swasembada pangan dan peningkatan taraf hidup petani,” kata Sashabila.

Bantuan tersebut diberikan kepada empat kelompok tani yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kelompok Tani Air Rata, Desa Salati, Kecamatan Taliabu Barat Laut, menerima tiga jenis alsintan, yakni combine harvester untuk panen padi, traktor crawler dan traktor roda empat (jonder) untuk pengolahan tanah.

Sementara itu, Kelompok Tani Mekar Sari, Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat, menerima satu unit traktor roda empat. Kelompok Tani Mamiri Bahu, Desa Bahu, Kecamatan Taliabu Selatan, juga menerima traktor roda empat.

Adapun Kelompok Tani Batu Tulis, Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan, memperoleh handtraktor roda dua untuk mendukung pengolahan lahan pertanian.

Menurut Sashabila, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari perencanaan anggaran perubahan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, khususnya untuk mendukung pembukaan dan penggarapan lahan sawah baru di Desa Salati.

“Untuk tahap awal tahun 2026, kita menyiapkan pembukaan dan penggarapan lahan sawah baru kurang lebih 10 hektare di Desa Salati,” ujarnya.

Pemkab Taliabu juga menyiapkan pengembangan lahan pertanian di sejumlah wilayah lainnya. Secara keseluruhan, persiapan lahan baru ditargetkan mencapai sekitar 30 hektare.

Lahan tersebut tersebar di Desa Kilong, Kecamatan Taliabu Barat; Desa Bahu dan Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu Selatan, serta Desa Sofan, Kecamatan Taliabu Timur Selatan.

Sashabila menyebut sejumlah desa tersebut saat ini mulai melakukan pembukaan lahan sebagai persiapan untuk penanaman padi sawah.

Ia menegaskan, pengembangan pertanian tersebut dilakukan dengan mengacu pada hasil kajian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai dasar pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Pulau Taliabu.

“LP2B menjadi dasar atau fondasi pembangunan pertanian di Kabupaten Pulau Taliabu. Karena itu, pengembangan lahan pertanian harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan,” kata Sashabila.

Bupati juga meminta kelompok tani penerima manfaat menjaga serta memanfaatkan seluruh alsintan sesuai peruntukannya.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap kelompok tani penerima manfaat dapat menjaga dan menggunakan alsintan ini dengan sebaik-baiknya dan sesuai peruntukannya untuk pengelolaan pertanian,” ujarnya.

Dengan dukungan mekanisasi dan perluasan lahan sawah, pemerintah daerah menargetkan sektor pertanian Taliabu semakin produktif dan mampu menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan daerah. (red)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup