Nelayan Hilang Akibat Tabrakan Longboat di Perairan Taliabu Ditemukan Meninggal 

Warga dan TRC BPBD Taliabu saat mengevakuasi jenazah korban usai ditemukan nelayan setempat. (Foto: istimewa)

 

JAZIRAHNUSANTARA – Setelah empat hari dilakukan pencarian, nelayan yang dilaporkan hilang akibat tabrakan dua perahu fiber (longboat) di perairan antara Pulau Kabihu dan Pulau Tengah, Mbuambono, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (04/08/2026).

Kepala BPBD Kabupaten Pulau Taliabu, Rasid La Baily, mengatakan korban bernama Tedy Empasa (26) ditemukan sekitar pukul 10.00 WIT oleh nelayan yang hendak melaut di sekitar perairan Pulau Tengah, sekitar 200 meter dari pesisir pulau tersebut.

“Korban ditemukan oleh nelayan dalam posisi terapung. Nelayan kemudian segera menghubungi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang saat itu sedang melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi untuk selanjutnya dilakukan proses evakuasi,” kata Rasid.

Peristiwa nahas itu bermula pada 31 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 WIT ketika dua perahu fiber bertabrakan di perairan Pulau Kabihu dan Pulau Tengah. Akibat kejadian tersebut, dua orang menjadi korban, yakni Samiun Kader (41) yang berhasil selamat dan Tedy Empasa (26) yang dinyatakan hilang.

Rasid menjelaskan, BPBD menerima laporan dari Kepala Desa Penu mengenai kecelakaan laut tersebut dan langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Ternate. Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Ternate mengerahkan Unit Siaga SAR Sanana untuk membantu operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban.

Tim Unit Siaga SAR Sanana berangkat dari Sanana pada 1 Agustus 2026 sekitar pukul 08.00 WIT dan tiba di Pulau Taliabu pada pukul 14.00 WIT. Setelah berkoordinasi dengan keluarga korban di Desa Tanjung Una, tim langsung bergerak menuju lokasi pencarian.

Selanjutnya, pada 3 Agustus 2026, BPBD Pulau Taliabu menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) menuju Pulau Kabihu. Setibanya di lokasi, tim melakukan briefing bersama Unit Siaga SAR Sanana sebelum melanjutkan penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban.

Setelah korban ditemukan, Tim TRC BPBD Pulau Taliabu segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke Desa Tanjung Una untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Menurut Rasid, selama proses pencarian tim menghadapi sejumlah kendala, di antaranya angin kencang, gelombang laut yang cukup tinggi, serta keterbatasan jaringan telekomunikasi di lokasi operasi.

Operasi pencarian melibatkan Tim TRC BPBD Pulau Taliabu yang terdiri dari Oceng Sainyakit, Dayat, dan Darman, bersama Unit Siaga SAR Sanana, Babinkamtibmas Desa Jorjoga, kelompok nelayan, serta masyarakat Desa Tanjung Una, dan Mbuambono. (red)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup