Dinkes Perkuat Deteksi Dini HIV dan IMS Lewat Pemeriksaan Kesehatan di Tempat Hiburan Malam
JAZIRAHNUSANTARA – Upaya menekan penyebaran penyakit menular terus diperkuat Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu melalui pendekatan pelayanan kesehatan yang menjangkau kelompok masyarakat berisiko. Salah satunya dilakukan dengan menggelar pemeriksaan kesehatan di sejumlah tempat hiburan malam bersama puskesmas dan tim lintas sektor pekan kemarin.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan dalam memperoleh pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Sarfiani Jamaludin, SE., M.Kes, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara sukarela dengan mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, serta tanpa stigma terhadap peserta.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan layanan skrining kesehatan kepada para pekerja maupun pengunjung tempat hiburan malam yang bersedia mengikuti pemeriksaan. Melalui deteksi dini, berbagai penyakit menular dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya juga dapat dilakukan sedini mungkin,” ujar Sarfiani, saat dihubungi, Senin (20/07/2026) siang tadi.
Ia menjelaskan, layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV), sifilis, serta Infeksi Menular Seksual (IMS). Seluruh peserta juga memperoleh layanan konseling dan edukasi mengenai pentingnya perilaku hidup sehat serta upaya pencegahan penularan penyakit.
Menurut Sarfiani, seluruh rangkaian pemeriksaan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan, kenyamanan, dan tanpa diskriminasi. Hal tersebut menjadi bagian penting agar masyarakat merasa aman dan tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
“Apabila dari hasil pemeriksaan terdapat peserta yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan maupun pengobatan, petugas akan memberikan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.
Selain layanan pemeriksaan, tim kesehatan juga memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan HIV dan IMS, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Media informasi kesehatan turut dibagikan sebagai bahan edukasi agar pesan kesehatan dapat terus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sarfiani Jamaludin, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), berharap kegiatan ini mampu meningkatkan deteksi dini penyakit menular, memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi kelompok berisiko, serta memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka penularan HIV dan infeksi menular seksual di masyarakat.
Melalui pendekatan promotif, preventif, dan pelayanan kesehatan yang inklusif, pemerintah menegaskan bahwa pengendalian penyakit menular tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah perlindungan diri, keluarga, dan lingkungan. (red)










