Program GENTING Hadir di Desa Oba, Rumah Layak Huni Jadi Intervensi Nyata Cegah Stunting
JAZIRAHNUSANTARA – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Maluku Utara terus dilakukan melalui berbagai pendekatan yang menyentuh langsung akar persoalan keluarga. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, intervensi juga diarahkan pada perbaikan kualitas lingkungan dan tempat tinggal keluarga berisiko stunting.
Salah satu langkah konkret itu diwujudkan melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang menghadirkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga sasaran di Desa Oba, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah pada Senin (22/6) kemarin, yang dilakukan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Sekretaris Daerah Ismail Dukumalamo bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu.
Dalam sambutannya, Ansar Djainahu menegaskan bahwa Program GENTING merupakan gerakan sosial berbasis gotong royong yang sepenuhnya lahir dari kepedulian berbagai pihak terhadap keluarga berisiko stunting.
“Program ini murni berbasis gotong royong. Tidak menggunakan alokasi APBN maupun APBD. Seluruh bantuan berasal dari para orang tua asuh dan pihak-pihak yang memiliki kepedulian untuk membantu keluarga berisiko stunting,” ujar Ansar.
Ia menjelaskan, GENTING merupakan salah satu dari lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang dirancang untuk mempercepat penurunan stunting melalui keterlibatan langsung masyarakat, dunia usaha, organisasi profesi, dan berbagai elemen lainnya sebagai orang tua asuh.
Menurut Ansar, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian makanan bergizi. Faktor lingkungan, sanitasi, akses air bersih, hingga kondisi tempat tinggal juga memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.
“Rumah yang tidak layak huni sering kali identik dengan sanitasi yang buruk, keterbatasan akses air bersih, dan lingkungan yang kurang sehat. Kondisi seperti ini berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak,” katanya.
Karena itu, pembangunan RTLH bagi keluarga sasaran dinilai menjadi bentuk intervensi strategis yang mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan keluarga.
Mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan, Sekretaris Daerah Ismail Dukumalamo menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung Program GENTING.
Menurutnya, keberhasilan percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
“Kolaborasi yang terbangun melalui Program GENTING menjadi kekuatan besar dalam upaya menurunkan angka stunting. Kami optimistis target penurunan stunting di Kota Tidore Kepulauan dapat tercapai melalui kerja sama pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen yang terlibat,” ujar Ismail.
Pembangunan RTLH di Desa Oba menjadi bukti bahwa pendekatan penanganan stunting kini semakin komprehensif. Selain memenuhi kebutuhan dasar keluarga, program ini juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Keberhasilan program tersebut juga tidak lepas dari dukungan berbagai sponsor dan mitra yang berpartisipasi sebagai orang tua asuh. Total bantuan yang berhasil dihimpun mencapai Rp42.554.875 dalam bentuk material bangunan maupun dukungan tenaga kerja.
Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, di antaranya Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, DPRD Kota Tidore Kepulauan, Koramil 1505-05/Sofifi, Polsek Oba Utara, Baznas Provinsi Maluku Utara, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Maluku Utara, PT Semen Tonasa melalui Packing Plant Sofifi, serta para donatur perorangan.
Melalui semangat gotong royong yang menjadi fondasi Program GENTING, pemerintah berharap gerakan ini terus berkembang dan mampu menggerakkan lebih banyak pihak untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.
Dengan pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga sasaran, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Maluku Utara Nuzliati T. Djama, Kepala DP2KBP3A Kota Tidore Kepulauan M. Hasbi KF Marsaoly, Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan Fahrizal A.M. Do Muhammad, Kapolsek Oba Utara IPDA Boarnerges E. Marantik, Danramil Oba Utara Mayor Inf. Andi Purwanto, Camat Oba Utara Rusdi Djamaluddin, Direktur Packing Plant PT Semen Tonasa, serta sejumlah mitra dan donatur pendukung program.(red)










