Kapolres Taliabu Imbau Warga Waspada Usai Petani Tewas Diserang Ular Piton

Polisi dibantu pihak Tambang mengevakuasi bangkai ular yang melilit warga hingga Tewas. (Foto: istimewa)

JAZIRAHNUSANTARA – Seorang warga Desa Padang, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dilaporkan meninggal dunia setelah diserang seekor ular piton berukuran sekitar tujuh meter di kawasan Air Pala, Desa Ufung, Selasa (23/6/2026).

Korban diketahui bernama Lifas (24), seorang petani asal Desa Padang. Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban hendak menuju kebun untuk mengambil uang milik kerabatnya yang berada di kawasan Air Pala.

Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Andan Wahyu Kashogi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, personel kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat langsung melakukan pengecekan lokasi serta membantu proses evakuasi korban.

“Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, korban diduga diserang ular piton saat melintas di jalan menuju Air Pala. Ular tersebut menggigit kaki kiri korban dan kemudian melilit tubuh korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata AKBP Andan Wahyu Kashogi.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Reju yang sedang berada di sekitar lokasi. Saat menemukan korban dalam kondisi terlilit ular, saksi tidak berani melakukan pertolongan seorang diri dan segera meminta bantuan kepada petugas keamanan PT BMI yang bertugas di pos jaga sekitar 700 meter dari lokasi kejadian.

Petugas keamanan kemudian bergerak menuju Desa Ufung untuk meminta bantuan warga. Sekitar enam warga bersama petugas mendatangi lokasi dan berhasil membunuh ular piton tersebut sebelum mengevakuasi korban.

“Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans milik PT BMI dengan bantuan anggota pengamanan objek vital dan masyarakat setempat menuju Desa Padang. Saat ini pihak keluarga masih menunggu proses visum dari tenaga kesehatan sebelum pemakaman dilaksanakan,” ujar Kapolres.

AKBP Andan Wahyu Kashogi mengimbau masyarakat, khususnya para petani dan warga yang beraktivitas di area perkebunan maupun hutan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman satwa liar.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas seorang diri di wilayah yang dikenal sebagai habitat hewan buas. Jika harus menuju kebun atau hutan, sebaiknya dilakukan secara berkelompok dan selalu memperhatikan kondisi sekitar guna menghindari kejadian serupa,” tegasnya.

Polisi memastikan situasi di lokasi kejadian tetap aman dan kondusif. Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian aparat bersama pemerintah desa untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi risiko serangan satwa liar di kawasan perkebunan.

Sementara itu, kejadian serupa juga terjadi di Desa Ratahaya beberapa waktu lalu yang menewaskan salah satu warga. Bukan cuman itu, sejumlah ular berukuran besar juga keluar ke pemukiman penduduk beberapa waktu kebelakang, yakni di Desa Ufung, Desa Talo, dan Desa Nggoli. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup