Pemda Taliabu Kerahkan Dua Unit Mobil Damkar, Kebakaran Lahan 12 Hektare Berhasil Dipadamkan

Petugas Damkar Taliabu saat melakukan pemadaman kebakaran di Dusan Bawang, Desa Beringin Jaya kemarin. (Foto: Istimewa)

 

JAZIRAHNUSANTARA – Pemerintah Daerah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pulau Taliabu berhasil memadamkan kebakaran lahan perkebunan milik warga dan lahan gambut di Dusun Bawang, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Taliabu Barat Laut, Selasa (07/07/2026).

Kebakaran yang menghanguskan sekitar 12 hektare lahan itu mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIT dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.19 WIT setelah proses pemadaman berlangsung lebih dari enam jam.

Sebanyak 15 personel Damkar diterjunkan ke lokasi dengan menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran. Proses pemadaman turut melibatkan masyarakat, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta Camat Taliabu Barat Laut.

Koordinator Lapangan Pemadaman, Ramadhan Aju, mengatakan seluruh titik api berhasil dikendalikan meski petugas menghadapi kendala di lapangan akibat keterbatasan panjang selang pemadam.

“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan. Kendala utama yang kami hadapi adalah selang pemadam tidak mampu menjangkau titik api yang berada jauh dari akses kendaraan,” kata Ramadhan Aju.

Menurut dia, untuk mengatasi kendala tersebut petugas bersama warga melakukan pemadaman secara manual pada titik-titik yang tidak dapat dijangkau pancaran air dari armada pemadam. Langkah itu dinilai efektif mencegah api meluas ke areal perkebunan produktif milik warga lainnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada lahan perkebunan milik dua warga.

Lahan milik Muh Basnan seluas sekitar delapan hektare terdampak kebakaran dengan kerugian berupa sekitar 100 pohon kelapa berumur satu tahun, 50 pohon jambu mete yang telah berproduksi, serta lahan gambut. Sementara lahan milik La Bui seluas sekitar empat hektare ikut terbakar sehingga menghanguskan sekitar 300 pohon kelapa berumur satu tahun dan 30 pohon jambu mete yang telah berproduksi.

Ramadhan menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi mata, kepulan asap pertama kali terlihat sekitar pukul 15.00 WIT dari kawasan perkebunan yang berjarak sekitar 30 meter dari bibir pantai. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke permukiman untuk meminta bantuan sebelum dua armada Damkar tiba di lokasi sekitar satu jam kemudian.

Ia menambahkan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

“Saat ini penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh Polres Pulau Taliabu,” ujarnya. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup