TAMASYA di KERABAT Seri 14 Bahas Penanggulangan Anemia dan Gizi Kurang pada Balita

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu saat membuka kegiatan zoom meeting kegian TAMASYA di KERABAT ke 14. (Foto :istimewa)

 

JAZIRAHNUSANTARA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN kembali melaksanakan kegiatan TAMASYA di KERABAT Seri 14 dengan tema “Pendekatan Terpadu Penanggulangan Anemia pada Ibu Hamil dan Gizi Kurang pada Balita”, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan bersekala Nasional ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube Kemendukbangga_Malut, serta diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri dari tenaga kesehatan, kader, TP PKK, penyuluh KB, Pengasuh TPA, hingga masyarakat umum.

Pada kegiatan tersebut, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, menyampaikan sambutan dan arahan terkait pentingnya penanganan anemia pada ibu hamil dan gizi kurang pada balita sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam sambutannya, Ansar Djainahu menyampaikan bahwa anemia pada ibu hamil dan gizi kurang pada balita bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi juga berdampak besar terhadap kualitas generasi masa depan bangsa.

“Ibu hamil yang mengalami anemia memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, mengalami komplikasi persalinan, bahkan meningkatkan risiko stunting pada anak. Sementara gizi kurang pada balita dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, daya tahan tubuh, hingga kemampuan belajar anak di masa depan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penanganan masalah tersebut harus dilakukan secara terpadu, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan tenaga kesehatan, kader, TP PKK, tokoh masyarakat, serta keluarga sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan masalah gizi.

Ansar juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua DPD Persagi Maluku Utara, Sitti Salmiyah A. Bahruddin, yang membahas secara komprehensif mengenai pendekatan terpadu penanggulangan anemia pada ibu hamil dan gizi kurang pada balita.

Dalam materinya, Sitti Salmiyah menjelaskan bahwa anemia merupakan kondisi kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang janin. Ia juga menegaskan bahwa gizi kurang dan anemia pada balita menjadi salah satu pemicu utama stunting yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi bangsa.

Selain membahas faktor penyebab anemia seperti kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, pola makan tidak seimbang, dan penyakit kronis, peserta juga diberikan edukasi mengenai tanda dan gejala anemia, konsumsi pangan kaya zat besi, hingga tata cara minum tablet tambah darah (TTD) yang benar.

Pemateri juga membahas penyebab dan dampak gizi buruk pada balita, mulai dari gangguan tumbuh kembang, penurunan kecerdasan, hingga rendahnya produktivitas di masa depan. Untuk itu, diperlukan intervensi spesifik seperti pemberian makanan tambahan (PMT), edukasi MP-ASI, pemantauan pertumbuhan balita secara rutin, dan imunisasi dasar lengkap.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman serta memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan anemia, stunting, dan gizi buruk demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup