Hadapi Tekanan Geopolitik, Bupati Pacu Ketangguhan Birokrasi dan Layanan Publik di Taliabu

Bupati Taliabu Sashabila Widya L Mus saat memberikan pengarahan pada pimpinan OPD dan ASN dilingkungan Pemda Taliabu, Senin (18/06/2026). foto: istimewa

 

JAZIRAHNUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, berkomitmen mengubah tekanan ekonomi nasional dan dinamika geopolitik global, termasuk imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menjadi momentum transformatif untuk memacu ketangguhan birokrasi daerah.

Tantangan eksternal tersebut dinilai harus menjadi pemantik bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menghadirkan terobosan pelayanan publik yang lebih lincah dan adaptif, khususnya di wilayah kepulauan

Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Pulau Taliabu, Sashabila, saat memimpin apel pagi yang dihadiri ratusan ASN di pelataran Kantor Bupati Lama, Kota Bobong, Senin (18/5/2026).

“Bapak dan Ibu sekalian, tekanan nasional dan tekanan geopolitik dunia saat ini pasti berdampak langsung pada kita di Pulau Taliabu. Namun, dinamika ini harus memicu kita menjadi institusi pemerintahan yang jauh lebih kuat, tangguh, dan mampu menjadi percontohan bagi wilayah kepulauan lainnya di Indonesia,” ujar Sashabila.

Bupati menekankan pentingnya adopsi kebijakan strategis yang inovatif dan kontekstual demi menyerap skema tata kelola yang adaptif.

Menurutnya, inovasi yang belum pernah diimplementasikan di wilayah kepulauan lain akan diupayakan untuk hadir dan mengakar di Pulau Taliabu demi tercapainya kesetaraan antardaerah.

Olehnya itu, Sashabila mengingatkan para ASN bahwa pada akhirnya, output dari setiap kebijakan pemerintah pusat maupun daerah harus terukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Masyarakat tidak bisa secara langsung merasakan data-data atau tumpukan dokumen yang sedang kita upayakan di atas meja kerja. Yang mereka butuhkan dan rasakan langsung adalah dampak nyata di lapangan,” imbuh Bupati.

Guna menjembatani hal tersebut, orang nomor satu di Pulau Taliabu ini mengoptimalkan kanal media sosial sebagai instrumen penjaringan aspirasi secara aktual.

Skema ini dinilai efektif dalam melakukan pemetaan (mapping) dan pemantauan titik-titik krusial yang memerlukan penanganan darurat, seperti kerusakan akses jalan utama.

Bupati meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) proaktif mencatat, memverifikasi data terbaru, dan segera mengintegrasikan langkah penyelesaian kolektif.

Lebih lanjut, di sektor kesehatan, indikator kehadiran negara kini mulai terlihat nyata dengan rampungnya pembangunan fasilitas kesehatan baru.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PHTC di pusat kota saat ini tengah bersiap untuk diresmikan, dan sebagian staf medis maupun administratif dilaporkan telah mulai bermigrasi ke gedung baru tersebut.

Sashabila menceritakan, upaya pemindahan lokasi rumah sakit ke jantung kota memerlukan perjuangan birokrasi yang berliku sejak sebelum dirinya dilantik. Langkah tersebut diambil demi mengejar efek psikologis infrastruktur publik di mata masyarakat lokal maupun pendatang.

“Ketika masyarakat menginjakkan kaki di Kota Bobong dan melihat fasilitas kesehatan yang representatif, secara psikologis akan muncul rasa aman dan keyakinan bahwa mereka dilayani dengan baik, serta kehidupan mereka diperjuangkan. Itulah esensi utama dari psikologi infrastruktur publik,” Ungkapnya.

Kendati demikian, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan ruang kerja ASN yang ada saat ini. Berdasarkan tinjauan lapangan, masih banyak pegawai yang harus berbagi meja dan kursi kerja sehingga kenyamanan serta produktivitas belum berjalan maksimal.

Sebagai langkah konkret tahun anggaran berikutnya, Pemda Taliabu memprioritaskan pengadaan sarana kerja bagi aparatur daerah secara bertahap. Pembenahan lingkungan kerja (work environment) ini dipandang krusial agar standar pelayanan publik yang prima dapat diwujudkan dari hulu ke hilir.

“Saya meminta seluruh pimpinan OPD untuk mengalokasikan anggaran secara cermat agar setiap ASN memiliki fasilitas kerja yang mumpuni dan dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel,” tandasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup