Perkimtan Dan PKP Gelar Rembuk Warga BSPS Tahap II di Nggoli

Dinas Perkimtan Kabupaten Pulau Taliabu dan KKP gelar sosialisasi di Desa Nggoli, Sabtu (25/04/2026). Foto:ist

 

JAZIRAHNUSANTARA — Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar sosialisasi dan rembuk warga Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahap II Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Nggoli, Sabtu (25/04/2026).

Kepala Dinas Perkimtan Pulau Taliabu, Sarifudin Soamole, SE, menegaskan bahwa rembuk warga menjadi tahapan krusial untuk memastikan transparansi dan akurasi data penerima bantuan di lapangan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung akan menjamin bantuan tersalurkan tepat sasaran sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

“Rembuk warga ini penting agar tidak ada keraguan dalam proses penyaluran bantuan. Prinsipnya harus tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kualitas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan pembentukan Kelompok Penerima Bantuan (KPB) di sejumlah desa. Agenda utama meliputi penyampaian hasil verifikasi, pembentukan kelompok, identifikasi calon tukang, hingga penilaian tingkat kerusakan rumah dan keswadayaan masyarakat.

Pada tahap kedua ini, delapan desa menjadi fokus penerima bantuan, yakni Desa Galebo, Desa Ngoli, dan Desa Lohobubaq di Kecamatan Taliabu Selatan; Desa Pancuran dan Desa Limbo di Kecamatan Taliabu Barat; serta Desa Nunca, Desa Minton, dan Desa Hai di Kecamatan Taliabu Utara.

Sarifudin menyebutkan, progres pelaksanaan di lapangan menunjukkan perkembangan positif. Desa Ngoli telah membentuk kelompok penerima bantuan, sementara kegiatan serupa akan dilanjutkan di Desa Pancuran dengan estimasi sekitar 200 calon penerima.

“Sosialisasi ini bertujuan memastikan bantuan rumah swadaya tepat sasaran, meningkatkan kualitas hunian layak, serta mendorong swadaya masyarakat dan memperkuat koordinasi penanganan perumahan di tingkat tapak,” tambahnya.

Ia berharap melalui program BSPS, kualitas hunian masyarakat di Pulau Taliabu dapat meningkat signifikan. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi juga menjadi stimulan untuk membangkitkan semangat gotong royong serta kemandirian warga dalam menciptakan lingkungan permukiman yang sehat dan layak huni. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup