Jembatan Fangahu Tahap II Capai 80 Persen, Kontraktor Target Rampung Akhir September
JAZIRAHNUSANTARA – Pembangunan lanjutan Jembatan Fangahu Tahap II di Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menunjukkan progres signifikan. Memasuki sekitar satu bulan sebelas hari masa pekerjaan, pembangunan jembatan tersebut kini telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung pada akhir September 2026.
Pekerjaan yang ditangani CV Gigi Victory itu saat ini memasuki tahap pengecoran lantai pada sisi jalan jembatan. Progres tersebut terbilang cepat dibandingkan masa pelaksanaan yang ditetapkan dalam kontrak selama 180 hari kalender.
Direksi Utama CV Gigi Victory, Firgian Idrus, yang akrab disapa Edo, mengatakan pihaknya optimistis pekerjaan lanjutan Jembatan Fangahu Tahap II dapat dituntaskan dalam bulan ini.
“insya Allah kalau tarada halangan, Target kita akhir bulan ini sudah tuntas. Saat ini progres sudah sekitar 80 persen dan beberapa pekerjaan tinggal kita selesaikan,” kata Edo, Sabtu (12/09/2026).
Pembangunan tersebut dilaksanakan berdasarkan Nomor Kontrak 602.2/04.Kons/Kontrak/PPK/PUPR/PT/VI/2026, dengan nilai kontrak sebesar Rp1.289.172.800. Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 180 hari kalender.
Meski kalender kontrak memberikan waktu pengerjaan hingga enam bulan, kontraktor memilih memacu pekerjaan di lapangan agar dapat selesai jauh lebih cepat.
Edo mengatakan, dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan melanjutkan sejumlah pekerjaan pendukung, termasuk pemasangan pagar serta pembongkaran tiang-tiang penyangga cor beton di bawah jembatan.
“Beberapa hari ke depan kita mulai membuat pagar dan membuka tiang penyangga cor beton di bawah jembatan. Alhamdulillah, material sudah siap semua, tinggal kita kerjakan,” ujarnya.
Setelah pengecoran lantai pada bagian Jembatan Fangahu Tahap kedua selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengecoran badan jalan pada bagian jembatan tahap pertama.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan tidak mengganggu mobilitas masyarakat yang menggunakan akses jembatan tersebut.
“Kita juga akan melanjutkan pengecoran lantai pada bagian tahap pertama. Pekerjaan ini tidak dilakukan sekaligus sekarang, agar akses masyarakat tetap terbuka dan tidak terputus,” jelasnya
Walaupun dikerjakan lebih cepat dari waktu yang ditentukan, kata Edo, pihaknya tetap memperhatikan kualitas dan mutu pekerjaan dengan baik. (red)













