Buka Pelatihan Aplikasi Pendidikan, Wabup Taliabu Tekankan Data Akurat untuk Kebijakan Tepat Sasaran

Wakil Bupati Taliabu, La Ode Yasir saat membuka kegiatan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan Tahun 2026. (Foto:Fardanan Fahri)

JAZIRAHNUSANTARA – Wakil Bupati Pulau Taliabu La Ode Yasir menegaskan pentingnya pengelolaan dan akurasi data pendidikan sebagai fondasi dalam menentukan kebijakan serta program pembangunan pendidikan di Kabupaten Pulau Taliabu.

Hal itu disampaikan La Ode Yasir saat membuka Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kabupaten Pulau Taliabu, Sabtu (5/9/2026) di aula kantor Bupati lama.

Pelatihan tersebut diikuti unsur satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP se-Kabupaten Pulau Taliabu.

Menurut La Ode Yasir, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya ditopang penyediaan sarana dan prasarana. Perencanaan yang baik harus dibarengi dengan pengelolaan data yang tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat, dan kebijakan yang tepat akan menghasilkan pelayanan pendidikan yang lebih baik,” kata La Ode Yasir dalam sambutannya.

Ia mengatakan, data pendidikan memiliki posisi strategis bagi pemerintah daerah, terutama dalam menentukan arah intervensi dan kebutuhan sektor pendidikan.

Data peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, satuan pendidikan, sarana dan prasarana, serta berbagai kondisi pendidikan lainnya, kata dia, menjadi dasar untuk memastikan program pemerintah berjalan tepat sasaran.

Karena itu, La Ode Yasir meminta kepala satuan pendidikan tidak memandang Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekadar sebagai kewajiban administrasi.

“Dapodik harus kita lihat bukan hanya sebagai kewajiban administrasi satuan pendidikan, tetapi sebagai instrumen penting dalam perencanaan dan pembangunan pendidikan daerah,” ujarnya.

Ia mengingatkan ketidakakuratan data dapat berdampak luas terhadap perencanaan kebutuhan guru, peserta didik, sarana dan prasarana, bantuan pendidikan hingga pengambilan kebijakan pemerintah daerah.

Untuk itu, para kepala satuan pendidikan diminta melakukan pemutakhiran data secara berkala serta memastikan proses verifikasi dan validasi dilakukan sesuai kondisi riil di lapangan.

“Jangan sampai data yang kita miliki berbeda dengan kondisi nyata di sekolah,” tegasnya.

La Ode Yasir juga mendorong pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis dalam menggunakan aplikasi. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun budaya kerja berbasis data di setiap satuan pendidikan.

Ia menggambarkan alur pengelolaan data yang harus diterapkan secara konsisten, yakni data menjadi informasi, informasi menjadi dasar perencanaan, dan perencanaan diwujudkan dalam aksi nyata.

“Setiap perencanaan program, setiap kebutuhan, dan setiap persoalan pendidikan harus sedapat mungkin didukung oleh data yang jelas,” katanya.

La Ode Yasir meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan segera menindaklanjuti pengetahuan yang diperoleh setelah kembali ke satuan pendidikan masing-masing.

Ia juga meminta setiap kendala dalam pengelolaan aplikasi maupun data pendidikan dikonsultasikan kepada narasumber dan tim teknis.

“Setelah kembali ke satuan pendidikan masing-masing, saya berharap bapak dan ibu tidak hanya membawa pengetahuan baru, tetapi juga langsung melakukan tindak lanjut berupa pemutakhiran dan validasi data,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, La Ode Yasir menekankan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan hingga orang tua.

Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, kata dia, berkomitmen mendorong sistem pendidikan yang semakin tertib, modern, transparan, akuntabel, dan berbasis data.

“Kita jadikan data pendidikan sebagai fondasi dalam menentukan arah pembangunan pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu, sehingga setiap program pemerintah benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi anak-anak kita,” kata La Ode Yasir.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kapasitas pengelola data pendidikan sekaligus memperkuat kualitas perencanaan pembangunan pendidikan di Kabupaten Pulau Taliabu.

Pelatihan tersebut juga mendapat penguatan materi secara langsung dari jajaran kementerian terkait. Sejumlah pejabat dari Direktorat Jenderal dan Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah turut memberikan materi secara langsung.

Mereka di antaranya Muhamad Farhan Waliden dari Sekretariat Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), Albertus Noviantoni dan Sarubabel Malau dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, serta Nuroni dari Sekretariat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen. (red)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup