23 Nelayan Taliabu Terima Mesin Tempel 15 PK, Penyuluh Perikanan Kawal dari KUR hingga Bantuan Mesin

Dua (baju hitam) Penyuluh perikanan BPPP Ambon wilayah kerja Taliabu mendampingi Nelayan menerima bantuan mesin 15 PK di Dinas Perikanan Provinsi Maluku Utara kemarin. (Foto: istimewa)

 

JAZIRAHNUSANTARA — Upaya memperkuat produktivitas dan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Pulau Taliabu terus didorong melalui pendampingan penyuluh perikanan dari BPPP Ambon.

Koordinator Penyuluh Perikanan BPPP Ambon Wilayah Kerja Kabupaten Pulau Taliabu, Herman Musa, mengatakan pihaknya kembali mendampingi nelayan untuk mendapatkan dukungan sarana penangkapan ikan berupa body fiber dan mesin tempel 15 PK.

Sebanyak 23 nelayan Kabupaten Pulau Taliabu mendapatkan bantuan mesin tempel 15 PK melalui program prioritas Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Program tersebut menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pembiayaan pembuatan body fiber, sementara mesin tempel 15 PK Yamaha diberikan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara.

Menurut Herman, penyuluh perikanan tidak hanya berperan dalam proses pengajuan bantuan, tetapi mendampingi nelayan sejak tahap awal hingga bantuan diterima.

“Penyuluh mendampingi mulai dari pengajuan KUR ke Bank BRI, kemudian proses pembuatan body fiber, sampai nelayan menerima mesin,” kata Herman, Kamis (13/8/2026).

Pada 13 Agustus 2026, para nelayan penerima bantuan tersebut mengambil mesin tempel 15 PK di kantor UPTD Balai pengembangan produk Olahan Kelautan Dan Perikanan (PB2OKP) Propinsi Maluku Utara di Kota Ternate yang menjadi bagian dari dukungan peningkatan sarana usaha perikanan tangkap.

Herman berharap bantuan tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas nelayan di Kabupaten Pulau Taliabu.

“Harapan kami ke depan, dengan hadirnya bantuan mesin ini, nelayan bisa lebih meningkatkan produksi tangkapannya sehingga dapat memenuhi permintaan pasar. Tidak terlepas juga dari peningkatan kesejahteraan ekonomi nelayan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendampingan penyuluh perikanan tidak hanya menyasar nelayan tangkap. Sebelumnya, para penyuluh juga aktif mendorong pengembangan usaha budidaya rumput laut di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu.

Pendampingan tersebut dilakukan kepada nelayan budidaya rumput laut, khususnya di wilayah Taliabu Barat dan Taliabu Barat Laut, termasuk dalam upaya memperoleh dukungan bibit rumput laut.

Herman menyebut ketekunan para penyuluh dalam melakukan pendampingan mulai menunjukkan hasil. Budidaya rumput laut di sejumlah wilayah Taliabu kini mengalami peningkatan produksi.

“Berkat ketekunan teman-teman penyuluh, budidaya rumput laut di Kabupaten Pulau Taliabu mengalami hasil yang melimpah,” katanya.

Ia berharap dukungan pemerintah dan pendampingan penyuluh dapat terus berlanjut sehingga sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya, semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Pulau Taliabu. (Red)

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup