Tahap II PKH dan BPNT Disalurkan, Dinsos Taliabu Dorong Warga Kembangkan Modal Usaha
JAZIRAHNUSANTARA – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly, mengungkapkan jumlah penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di daerah itu berkurang sekitar 144 orang pada penyaluran tahap II tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Kuraisia saat memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan bantuan sosial PKH dan BPNT di Kantor Desa Bobong, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, penurunan jumlah penerima manfaat bukan disebabkan oleh pengurangan kuota secara sepihak, melainkan karena adanya perubahan tingkat kesejahteraan atau desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Penurunan angka penerima bantuan kurang lebih 144 orang. Hal itu disebabkan oleh perubahan desil. Yang sebelumnya masuk dalam kategori desil satu sampai empat, kini mengalami peningkatan sehingga tidak lagi masuk dalam kategori penerima bantuan sosial,” kata Kuraisia.
Ia menjelaskan, proses penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap II di Pulau Taliabu hampir rampung. Penyaluran telah dilakukan di wilayah selatan dan sebagian wilayah tengah, sementara distribusi untuk wilayah utara akan dilanjutkan mulai Sabtu (13/6/2026).
“Alhamdulillah, pemberian bantuan sosial baik PKH maupun BPNT sudah hampir selesai. Wilayah selatan sudah tersalurkan, hari ini Taliabu Barat dan wilayah tengah, kemudian mulai besok akan dilanjutkan ke wilayah utara,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kuraisia mengajak dan mendorong masyarakat penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan yang diterima secara produktif dan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif.
Ia mencontohkan bantuan yang diterima dapat dijadikan modal usaha kecil guna menambah penghasilan keluarga.
“Pemerintah daerah berharap bantuan sosial yang sudah diterima tidak semata-mata dikonsumsi, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bersifat produktif. Misalnya dari bantuan Rp600 ribu bisa berkembang menjadi Rp1 juta melalui usaha atau kegiatan ekonomi yang menghasilkan,” katanya.
Menurut Kuraisia, tujuan utama bantuan sosial tidak hanya untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat agar lebih mandiri.
“Kita tidak boleh hanya berharap terus menerima bantuan dari pemerintah. Harus ada upaya agar bantuan tersebut menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Usai penyaluran bantuan, Dinas Sosial Pulau Taliabu juga akan melakukan pemantauan langsung ke rumah-rumah penerima manfaat guna memastikan dampak program bantuan sosial terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
“Kami akan melakukan pengecekan langsung secara door to door. Kami ingin melihat dan menyapa masyarakat serta memastikan ada perubahan yang terjadi setelah menerima bantuan sosial,” kata Kuraisia.
Ia berharap penyaluran PKH dan BPNT tahap II tahun 2026 dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjadi pemicu peningkatan ekonomi keluarga penerima manfaat. (red)









