Terombang-Ambing di Laut Setelah Mesin dan Perahu Terbakar, Nelayan Taliabu Ditemukan Selamat
JAZIRAHNUSANTARA – Nelayan asal Desa Lede, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, bernama La Raiju akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah sempat dilaporkan hilang di wilayah utara Perairan Sonit (Rep Jauh).
Kepala BPBD Pulau Taliabu, Rasid La Baily, mengatakan korban ditemukan oleh nelayan Desa Lede pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIT setelah dilakukan pencarian oleh warga dan tim gabungan.
“Korban atas nama La Raiju telah ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan Desa Lede, La Ode Safrin bersama dua rekannya. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan sehingga operasi pencarian dapat diakhiri,” kata Rasid La Baily.
Berdasarkan laporan BPBD Pulau Taliabu, peristiwa bermula ketika korban berangkat melaut pada Sabtu sore (30/5/2026) menuju wilayah utara Perairan Sonit untuk memancing menggunakan metode rawe.
Saat berada di lokasi penangkapan ikan, korban sempat beristirahat dengan kondisi mesin perahu dimatikan. Namun sekitar 30 menit kemudian, korban menyadari bagian belakang perahunya mulai terbakar.
Korban kemudian berupaya memadamkan api hingga berhasil dipadamkan. Meski demikian, dua unit mesin ketinting berkapasitas 15 PK dan satu unit telepon genggam milik korban hangus terbakar. Beruntung kebakaran tidak menyebabkan kebocoran pada perahu sehingga korban masih dapat bertahan di laut.
Rasid menjelaskan, setelah menerima laporan dari keluarga korban, dua unit perahu nelayan Desa Lede melakukan pencarian sejak Minggu (31/5/2026) pukul 21.00 WIT, namun belum membuahkan hasil.
BPBD Pulau Taliabu kemudian menerima informasi kejadian pada Senin (1/6/2026) dan segera berkoordinasi dengan Pos Basarnas Banggai Laut untuk mendukung upaya pencarian.
Selain itu, BPBD juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) pada hari yang sama sekitar pukul 10.00 WIT untuk melakukan penyisiran di wilayah selatan hingga utara Pulau Sonit. Bersamaan dengan itu, tiga perahu nelayan dari Desa Lede turut diterjunkan membantu pencarian.
Pencarian dibagi ke beberapa sektor, yakni jalur Sonit–Timpaus, Sonit–Pulau Samada, wilayah utara Sonit (Rep Jauh), serta Samada–Rep Jauh.
Menurut Rasid, proses pencarian sempat terkendala oleh kondisi cuaca berupa angin kencang dan gelombang tinggi. Namun berkat kerja sama antara nelayan dan tim pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan dengan selamat.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat, terutama kelompok nelayan Desa Lede yang bergerak cepat membantu pencarian di lapangan,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat terdiri dari TRC BPBD Pulau Taliabu yang dipimpin Harjo Djanu bersama Abraham Ridolf Pattiasina, Agusrianto La Ani, Arman Hulungo, dan Ismail Bangu, serta kelompok nelayan Desa Lede. (red)










