Dukung Program Genting, BKKBN Malut Tinjau Langsung Penerima Bantuan RTLH

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu (kanan) saat melihat langsung dokumen calon penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan. (foto: istimewa)

 

JAZIRAHNUSANTARA – Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, meninjau sekaligus melakukan verifikasi lapangan terhadap calon penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), khususnya percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Ansar mengatakan, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan bantuan RTLH diberikan kepada keluarga yang benar-benar memenuhi kriteria dan membutuhkan intervensi pemerintah.

“Kami turun langsung untuk memastikan bahwa sasaran bantuan RTLH ini benar-benar tepat sasaran. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mendukung percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem,” kata Ansar, kepada media Jazirahnusantara.com, Sabtu (30/05/2026).

Menurutnya, penetapan penerima bantuan RTLH dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendataan keluarga berisiko stunting, verifikasi administrasi, hingga pengecekan langsung kondisi rumah calon penerima bantuan.

Setelah seluruh tahapan verifikasi selesai dan keluarga dinyatakan memenuhi persyaratan, mereka akan ditetapkan sebagai penerima manfaat program RTLH.

Selain melakukan verifikasi, BKKBN juga berperan memberikan pendampingan serta dukungan teknis dalam pelaksanaan program melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Ansar menegaskan, rumah yang layak huni menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas hidup keluarga, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak yang menjadi kelompok rentan terhadap stunting.

“Lingkungan tempat tinggal yang sehat dan aman memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan keluarga. Karena itu, intervensi RTLH diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat secara berkelanjutan.

“Kami berharap program ini memberikan manfaat yang nyata, baik dari sisi kesehatan, kenyamanan tempat tinggal, maupun peningkatan kesejahteraan keluarga penerima,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup