Wabup Taliabu Temui Kader KB Bahas Percepatan Penanganan Stunting
JAZIRAHNUSANTARA – Wakil Bupati Pulau Taliabu, La Ode Yasir, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Lede dan Taliabu Utara bersama jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Jumat (29/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyerap aspirasi kader Keluarga Berencana (KB), mengevaluasi pelaksanaan program Bangga Kencana, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala penanganan stunting dan perlindungan perempuan serta anak di tingkat lapangan.
Dalam pertemuan bersama para kader KB, La Ode Yasir menegaskan pentingnya membangun sinergi lintas sektor hingga tingkat desa guna mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Pulau Taliabu.
“Kader di desa adalah ujung tombak pemerintah daerah karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, saya berharap seluruh kader dan petugas lapangan membangun kolaborasi yang solid, terintegrasi, dan tanpa sekat,” kata La Ode Yasir.
Wabup yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pulau Taliabu itu menegaskan, pemerintah daerah menargetkan Pulau Taliabu bebas stunting serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kita harus memastikan Pulau Taliabu benar-benar bebas dari stunting dan menjadi daerah yang aman bagi perempuan dan anak,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan langsung ke kecamatan dan desa penting dilakukan agar pemerintah daerah memperoleh data yang valid dan akurat dari para kader KB sebagai petugas lapangan.
Hasil temuan dan masukan dari para kader, lanjut dia, akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam memperkuat intervensi program penanganan stunting agar lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Setelah kegiatan ini, saya akan mengundang seluruh OPD yang memiliki intervensi terhadap urusan stunting untuk duduk bersama melakukan evaluasi menyeluruh,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas DP3AKB Pulau Taliabu, Surati Kene, mengatakan kegiatan turun lapangan tersebut merupakan bagian dari agenda Monitoring dan Evaluasi Semester I Tahun 2026 Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana.
Ia memastikan seluruh jajaran dinas akan segera menindaklanjuti hasil temuan di lapangan, termasuk memperkuat pembinaan terhadap kader pendamping keluarga di tingkat kecamatan dan desa.
“Kami siap mengoordinasikan seluruh data lapangan yang telah dihimpun selama dua hari ini. Fokus utama kami adalah memperkuat kapasitas kader pendamping keluarga agar deteksi dini terhadap risiko stunting maupun potensi kekerasan bisa dilakukan lebih cepat dan responsif,” ujar Surati.
Agenda monitoring lintas wilayah tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas DP3AKB bersama tim teknis, dengan melibatkan aparatur kecamatan dan pemerintah desa setempat.
Selain melakukan evaluasi program, kunjungan kerja itu juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi dua arah antara pemerintah daerah dan para kader KB untuk menyampaikan berbagai kendala teknis penanganan di lapangan, termasuk kondisi fasilitas pendukung di tingkat desa. (red)










