BKKBN Malut Dan Duta GenRe Bahas Tantangan Generasi Muda di Era Bonus Demografi

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu menerima para duta GenRe Maluku Utara di ruang kerja, Selasa (27/05/2026). foto: istimewa

 

JAZIRAHNUSANTARA – Duta Generasi Berencana (GenRe) Maluku Utara melakukan kunjungan ke Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Selasa (26/5/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu, bersama jajaran tim kerja program keluarga dan remaja.

Dalam pertemuan itu, Ansar menyampaikan apresiasi kepada para Duta GenRe yang terus aktif terlibat dalam edukasi dan pendampingan remaja di berbagai wilayah Maluku Utara. Menurutnya, keberadaan Duta GenRe memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda melalui pendekatan edukatif dan sosial.

“Duta GenRe harus menjadi contoh dan inspirasi bagi remaja lainnya agar mampu merencanakan masa depan dengan baik serta menjauhi perilaku berisiko,” kata Ansar.

Ia menjelaskan, para Duta GenRe selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan seperti sosialisasi di sekolah, penyuluhan di komunitas, konseling remaja, hingga kampanye program prioritas Kemendukbangga/BKKBN melalui media sosial maupun kegiatan lapangan. Program tersebut di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (Sidaya), dan SuperApps Keluarga Indonesia.

Ansar juga menyinggung hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang menunjukkan bahwa komposisi penduduk Maluku Utara saat ini didominasi generasi muda, mulai dari generasi milenial, zilenial hingga post Gen Z. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi indikator bahwa Maluku Utara tengah memasuki fase bonus demografi.

“Bonus demografi ini menjadi peluang besar untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, kunjungan Duta GenRe ke BKKBN Maluku Utara juga menjadi momentum untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi remaja saat ini, khususnya fenomena fatherless dan bullying yang dinilai semakin memerlukan perhatian bersama dari keluarga, sekolah, dan pemerintah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup