Bukan Hanya Tugas Ibu, BKKBN Malut Dorong Gerakan Ayah Antar Anak ke Posyandu di Haltim

Plt, Kepala Perwakilan BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu (tengah). foto: Istimewa

 

JAZIRAHNUSANTARA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dan pembangunan ketahanan keluarga. Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan anak melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak (GEMA) Posyandu di Kabupaten Halmahera Timur.

Untuk mendukung gerakan tersebut, BKKBN Maluku Utara secara resmi meminta dukungan penuh dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Halmahera Timur.

Komitmen itu dibahas dalam rapat koordinasi strategis bersama jajaran Pemerintah Daerah Halmahera Timur guna merumuskan berbagai langkah konkret dalam intervensi stunting berbasis keluarga.

Melalui forum tersebut, BKKBN Maluku Utara juga melakukan advokasi kepada pemerintah daerah agar memberikan legitimasi formal terhadap Gerakan Ayah Teladan. Program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan nyata para ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk mengantar anak ke Posyandu secara rutin.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini masih menganggap urusan pengasuhan dan pemantauan kesehatan anak sepenuhnya menjadi tanggung jawab ibu.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, Ansar Djainahu menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga, terutama figur ayah.

“Stunting bukan hanya urusan ibu. Peran dan kehadiran seorang ayah dalam memastikan anak mendapatkan layanan kesehatan di Posyandu sangat menentukan keberhasilan intervensi stunting. Kami di BKKBN Maluku Utara berkomitmen penuh untuk memfasilitasi dan mengadvokasi gerakan ini, namun kami juga membutuhkan legitimasi serta komitmen kuat dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur agar gerakan ini dapat berjalan masif dan terstruktur,” ujar Ansar.

Ia berharap sinergi antara BKKBN Maluku Utara dan DP2KBP3A Halmahera Timur dapat menjadikan Gerakan Ayah Teladan bukan sekadar imbauan, tetapi budaya baru di tengah masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Dengan keterlibatan aktif para ayah, pemerintah optimistis kualitas pengasuhan keluarga akan semakin kuat sekaligus mempercepat lahirnya generasi unggul di Maluku Utara. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup