Dandim 1510/Sula-Taliabu Ungkap 12 Titik Pembangunan KDMP Masih Berjalan
JAZIRAHNUSANTARA – Setalah menghadiri peresmian operasional KDMP Desa Wayo, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1510/Sula-Taliabu, Zulfani mengungkapkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu dan Kabupaten Kepulauan Sula hingga saat ini masih terus berjalan dengan total 12 titik lokasi pengerjaan.
Menurut Letnan Kolonel (Letkol) Inf Zulfani, pihaknya mendapat tugas tambahan dari pusat untuk menyiapkan sekitar 35 titik operasi pembangunan KDMP yang nantinya akan disesuaikan dengan kesiapan lahan dan kondisi di lapangan.
“Kalau untuk kita sebenarnya di grafik milestone dari pusat, kita diperintahkan untuk membuat sekitar 35 titik operasi. Untuk pembagian nanti tinggal diatur oleh Kodim, di mana lahan-lahan yang memang sudah siap dan sesuai dengan ketentuan,” ujar Letkol inf Zulfani, usai mengikuti peresmian operasional KDMP Desa Wayo, Sabtu (16/05/2026).
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dilakukan, mulai dari kesiapan lahan, jumlah penduduk, hingga ketersediaan tenaga ahli dan material bangunan.
“Apabila tiga syarat tersebut bisa terpenuhi, kita bisa melaksanakan pembangunan,” katanya.
Zulfani mengakui, tantangan pembangunan KDMP di wilayah kepulauan seperti Sula dan Taliabu berbeda dengan daerah lain, terutama di Pulau Jawa. Salah satu kendala utama yakni jumlah penduduk di beberapa lokasi yang belum memenuhi syarat minimal.
“Permasalahan di sini rata-rata jumlah penduduk memang tidak mencukupi karena lokasi sekitar 500 orang. Kemudian tenaga ahli yang harus kita hitung betul-betul, lalu material yang ada juga harus benar-benar kita memenej,” ungkapnya.
Meski demikian, pembangunan tetap berjalan. Saat ini progres pengerjaan tersebar di sejumlah wilayah, yakni tiga titik di Kabupaten Pulau Taliabu, modapuhi trans 1 titik, serta delapan titik di Kabupaten Kepulauan Sula.
“Untuk Kepulauan Sula itu empat titik di Sanana dan empat titik di Kepulauan Mangoli. Jadi memang tantangan kita sedikit berbeda dengan di Jawa, tapi inilah yang memicu kita untuk terus berbuat agar bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya. (red)










