Perindakop Taliabu Rilis Hasil Sidak, Puluhan Barang Kedaluwarsa Disita dari 45 Kios dan Toko
JAZIRAHNUSANTARA – Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Pulau Taliabu merilis hasil sitaan puluhan jenis barang kedaluwarsa saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kios dan toko di wilayah Wayo dan Bobong.
Berdasarkan dokumen “Rekapan Daftar Sitaan Barang Kedaluwarsa” tertanggal 12 Mei 2026 kemarin, petugas mendata sedikitnya 45 kios dan toko yang ditemukan masih menyimpan maupun menjual produk yang telah melewati batas konsumsi, Selasa 13 Mei 2026 kemarin.
Plt Kepala Dinas Perindakop Kabupaten Pulau Taliabu, La Ode Jony Yasir, mengatakan sidak yang dilakukan kemarin sebagai langkah pengawasan pemerintah daerah guna melindungi masyarakat dari produk tidak layak konsumsi.
“Pengawasan ini penting untuk memastikan barang yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi. Semua barang yang ditemukan sudah kami data dan sita,” ujarnya, Kamis (14/05/2026).
Menurutnya, di wilayah Wayo, petugas menemukan barang kedaluwarsa di sejumlah kios dan toko.
Di Toko A, Desa Wayo misalnya, petugas menemukan Mie Goreng sebanyak 9 boks kedaluwarsa 2 Mei 2026, Rosta 2 boks kedaluwarsa 29 April 2026, Sukro 6 boks kedaluwarsa Mei 2026, Toporo 16 boks kedaluwarsa 12 Mei 2026 dan Nescafe 44 pak kedaluwarsa Mei 2026 .
Sementara di B juga ditemukan Biskuit Ost Gandum Kurma 3 boks kedaluwarsa 9 Mei 2026, Kopi Tora Bika Capucino 7 boks kedaluwarsa Februari 2026, Frenta Soda 26 boks kedaluwarsa Desember 2025, Milo 1 boks kedaluwarsa Maret 2026, Ovaltine 3 boks kedaluwarsa April 2026, Energen 3 boks kedaluwarsa Maret 2026, Cocolatos 2 boks kedaluwarsa 11 Mei 2026 dan Kopi ABC Mocca 1 boks kedaluwarsa 2 Mei 2026.
Di Kios C petugas menemukan Good Day Duet 40 saset kedaluwarsa 11 April 2026, Pop Ice Uyu 8 saset kedaluwarsa April 2026, Roti Menara 1 pak kedaluwarsa 21 Mei 2026, Roti Sisir 1 pak kedaluwarsa 15 Mei 2026, Intermie 1 boks kedaluwarsa 31 Maret 2026 serta Roti Beta Menara 14 boks kedaluwarsa 21 Mei 2026.
Petugas juga menemukan di Kios S berbagai produk seperti Kartu As 14 boks kedaluwarsa 10 Februari 2025, Jas Jus 10 boks kedaluwarsa Agustus 2025, Coco Rio 20 boks dan 3 pak kedaluwarsa 29 Desember 2025, Marimas 30 boks kedaluwarsa 18 Juni 2026, Frenta 30 boks kedaluwarsa Agustus 2023, Torabika 31 boks kedaluwarsa Mei 2025 serta beberapa produk lainnya.
Di toko P ditemukan Tepung Sajiku 3 pak kedaluwarsa 30 April 2026, Tepung Hongkue 4 pak kedaluwarsa 9 Januari 2026, Masako 18 renteng dan 6 renteng kedaluwarsa 26 Maret 2026, Sambal ABC Asli 7 buah kedaluwarsa 27 April 2026, Soffel 1 pak kedaluwarsa Agustus 2025 serta Bumbu-bumbu 31 boks kedaluwarsa 20 Oktober 2025.
Selain itu, petugas juga menemukan produk kedaluwarsa di Kios RM berupa Chitato 4 boks kedaluwarsa 4 Mei 2025, Kios Lisa berupa Garuda Rosta dan Gerry masing-masing 1 boks, Kios Nuri berupa Pikopi 15 boks dan Hakiki Kue 2 pak, serta Kios Basanohi berupa M-150 sebanyak 2 botol kedaluwarsa 4 Mei 2026.
Sementara di wilayah Bobong, jumlah temuan lebih banyak dengan berbagai jenis produk makanan, minuman hingga bumbu dapur.
Di Kios J misalnya ditemukan Bintang Zero sebanyak 3 kaleng kedaluwarsa 5 Mei 2026. Kios Afito ditemukan Tepung Kerang Putih 12 bungkus kedaluwarsa 20 Desember 2025, Bigros 21 dos kedaluwarsa 20 April 2026 dan Mikako 7 pack kedaluwarsa 28 Februari 2026.
Di Kios A ditemukan Kecap Manis Soto 2 bungkus kedaluwarsa 13 November 2025, Susu Cap Enak Coklat 10 kaleng kedaluwarsa 28 Februari 2026 dan Roma Susu 1 bungkus kedaluwarsa 1 Januari 2026.
Kios DM kedapatan menjual Suprite 2 kaleng kedaluwarsa 30 April 2026 dan Polaris Sweet 8 botol kedaluwarsa 2 Maret 2026. Sedangkan Kios Sumber Baru ditemukan Red Bill 13 botol kedaluwarsa 1 Februari 2026.
Di Kios AN ditemukan Racik Bumbu Ayam Goreng 1 bungkus kedaluwarsa 3 Februari 2025, Racik Bumbu Nasi Goreng 13 bungkus kedaluwarsa 10 Maret 2025, Nabati wafer 1 bungkus kedaluwarsa 27 April 2026, Saori Saus Rica 7 bungkus kedaluwarsa 4 Agustus 2026 dan Bumbu Instan Rendang 2 bungkus.
Temuan besar juga ditemukan di Toko F dengan Kusuka sebanyak 143 bungkus kedaluwarsa 19 April 2026, Tos-tos 130 bungkus kedaluwarsa Maret 2026, Q’tela 10 bungkus kedaluwarsa 24 April 2026, Roma Biskuit Kelapa 10 bungkus kedaluwarsa Mei 2026, Slay Olay 9 pak kedaluwarsa April 2026 dan Pineapple Orean 12 bungkus kedaluwarsa 19 April 2026.
Di Kios Az, petugas menemukan Gratingdaeng 3 botol kedaluwarsa Maret 2025, Bintang Zero 6 botol kedaluwarsa 12 September 2026, Susu Omela 2 kaleng kedaluwarsa April 2026, Kacang Garuda 42 bungkus kedaluwarsa 18 Maret 2026, Slay Olay 3 bungkus kedaluwarsa Juli 2026, Bawang Merah Bubuk 4 bungkus kedaluwarsa 13 September 2025 serta Jintan Bubuk 17 bungkus kedaluwarsa 27 Juni 2025.
Selain itu, ditemukan pula barang kedaluwarsa di Kios Wn, Kios Rh, Kios Ay, Kios KR, Kios It, Kios MA, Kios Er, Kios Zl, Toko Fz dan Kios BH dengan berbagai jenis produk makanan ringan, minuman sachet, susu, tepung, bumbu instan hingga minuman kemasan.
La Ode Jony Yasir menegaskan seluruh barang yang ditemukan telah diamankan dan pemilik kios diberikan pembinaan agar lebih teliti memeriksa masa berlaku produk sebelum dijual kepada masyarakat.
“Kami akan terus melakukan sidak berkala agar produk yang beredar benar-benar aman dan layak konsumsi,” pungkasnya. (red)










