Tutup Pelatihan Aplikasi Pendidikan, Sukri La Sanya Tekankan Akurasi dan Keamanan Data
JAZIRAHNUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk memperkuat tata kelola pendidikan, terutama dalam memastikan data pendidikan yang akurat, lengkap, aman, dan terus diperbarui.
Pesan itu disampaikan Asisten I Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Sukri La Sanya, saat mewakili Wakil Bupati La Ode Yasir menutup kegiatan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan, Senin (07/09/2026).
Sukri mengatakan, pelatihan yang telah dilaksanakan tidak boleh berhenti pada pemahaman dan keterampilan peserta selama kegiatan. Pengetahuan tersebut harus diterapkan secara nyata di satuan kerja masing-masing.
“Saya berharap setelah kembali ke satuan kerja masing-masing, seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh secara nyata,” kata Sukri.
Menurut dia, perkembangan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, termasuk di sektor pendidikan.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta, khususnya operator dan pengelola aplikasi, menggunakan sistem yang telah dilatihkan secara optimal dengan tetap memperhatikan ketepatan, kelengkapan, keamanan, serta pembaruan data.
Sukri menegaskan, kualitas data pendidikan memiliki peran strategis bagi pemerintah. Data yang akurat menjadi salah satu dasar dalam menyusun perencanaan, menetapkan kebijakan, mengalokasikan program dan anggaran, hingga meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
“Data pendidikan yang akurat sangat penting karena menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menyusun perencanaan, menetapkan kebijakan, mengalokasikan program dan anggaran, serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong para operator untuk terus meningkatkan kompetensi dan membangun koordinasi apabila menghadapi kendala teknis dalam penggunaan aplikasi.
“Apabila terdapat kendala dalam penggunaan aplikasi, segera lakukan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan maupun tim teknis yang bertanggung jawab,” katanya.
Sementara kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu, Sukri meminta agar hasil pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan ditutup. Pendampingan dan monitoring perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kemampuan yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan dalam pengelolaan pendidikan.
Sukri berharap pelatihan tersebut dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan sekaligus memperkuat pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat,” ucapnya. (red)













