Safari Ramadhan KUA Taliabu Selatan Tekankan Edukasi Zakat dan Pembinaan Keagamaan
JAZIRAHNUSANTARA — Memasuki hari ke-14 Ramadhan, KUA Kecamatan Taliabu Selatan, terus menggelar Safari Ramadhan dengan menyambangi masjid-masjid di wilayah binaan. Ini dilakukan untuk memperkuat pembinaan keagamaan dan silaturahmi bersama masyarakat.
Salah satu tim dipimpin oleh Ustad Ali Mumah, Penyuluh Agama Islam KUA Taliabu Selatan, yang menggelar Safari Ramadhan di berbagai desa binaan sebagai bagian dari komitmen memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam setiap pertemuan, Ustad Ali Mumah memberikan materi terkait ketentuan zakat fitrah, zakat mal, dan fidyah, sekaligus menyampaikan kultum yang menekankan kembali pentingnya menjaga kualitas ibadah dan hubungan sosial sesama muslim.
“Zakat bukan hanya kewajiban tahunan, tetapi sarana penyucian diri dan harta. Melalui zakat, seorang muslim membersihkan hatinya dari sifat kikir dan menguatkan ukhuwah sosial,” ujarnya, Rabu (04/03/2026).
Ia juga mengutip hadis Nabi SAW dari Abu Ayyub r.a tentang empat amalan utama menuju surga:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan sambunglah silaturahim.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Melalui hadis tersebut, ia mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki kualitas iman, memperbanyak ibadah, dan mempererat hubungan antarsesama.
Selain itu, Ustad Ali Mumah turut membacakan firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 103 yang menegaskan fungsi zakat sebagai penyuci jiwa dan harta:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka… Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.”
Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa zakat bukan hanya perintah ibadah, melainkan mekanisme sosial yang menghadirkan keberkahan bagi masyarakat secara luas.
Ia berharap kegiatan Safari Ramadhan ini dapat meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di wilayah KUA Kecamatan Taliabu Selatan, terutama mengenai ibadah pokok yang harus ditunaikan di bulan suci.
“Semoga apa yang disampaikan menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat diamalkan bersama. Ramadhan adalah momen terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki hubungan sesama manusia,” tutupnya. (Red)










