Tak ada foto dan berita, Kabag Kesra Taliabu Mengamuk Ke Wartawan 

Hasil screenshot Kabag Kesra Taliabu, Ismit Muhdin dengan media ini, Sabtu (25/04/2026). Foto:ist

 

JAZIRAHNUSANTARA – Polemik pemberitaan media kembali mencuat di Kabupaten Pulau Taliabu. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Ismit Muhdin, melayangkan protes keras terhadap media ini karena tidak mencantumkan foto dan berita dirinya dalam pemberitaan terkait pengantaran calon jemaah haji, Jum’at 24 April 2026 kemarin.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pulau Taliabu, Hasaman Sangaji, menegaskan bahwa protes tersebut tidak tepat sasaran. Ia menjelaskan bahwa dalam pemberitaan media JAZIRAHNUSANTARA.com, yang menjadi narasumber dan memberikan keterangan adalah Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pulau Taliabu, Kamaruddin Abdul, bukan Kabag Kesra.

“Pemberitaan itu berbasis fakta dan sumber yang jelas. Yang memberikan keterangan adalah pihak Kementerian Haji dan Umroh, bukan Kabag Kesra. Jadi wajar jika yang dimuat adalah narasumber yang berkomentar,” tegas Hasaman, Sabtu (25/04/2026).

Ia juga menambahkan bahwa dalam kerja jurnalistik, pencantuman foto maupun nama dalam berita harus sesuai dengan konteks dan keterlibatan langsung sebagai narasumber, bukan semata karena hadir dalam kegiatan.

Sebelumnya, Ismit Muhdin melalui pesan WhatsApp mempertanyakan mengapa dirinya tidak dimuat dalam berita tersebut, baik dalam bentuk foto maupun keterangan, padahal ia mengaku turut mendampingi proses pengantaran jemaah haji bersama pihak terkait lainnya.

Dalam pesannya, Ismit juga mempertanyakan peran Kementerian Haji dan Umroh dalam penyediaan fasilitas, serta menyoroti ketidakhadiran representasi dari bagian Kesra dalam pemberitaan tersebut.

Menanggapi hal itu, Hasaman mengimbau seluruh pihak, khususnya pejabat publik, untuk memahami mekanisme kerja media serta tidak bereaksi berlebihan terhadap produk jurnalistik.

“Media bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik. Tidak semua yang hadir harus dimuat, apalagi jika tidak memberikan pernyataan resmi. Kami berharap semua pihak bisa menghargai kerja-kerja pers,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa aksi protes yang dilayangkan secara emosional kepada media justru tidak mencerminkan sikap bijak sebagai pejabat publik, terlebih isu yang diangkat media berkaitan dengan sorotan terhadap tidak adanya pelepasan resmi calon jemaah haji oleh Pemerintah Daerah Pulau Taliabu.

Untuk itu, Ia meminta Bupati Taliabu, Sashabila Widya L Mus untuk mengevaluasi kerja-kerja Kabag Kesra, Ismit Muhdin, dan mencopot jabatannya.

PWI Taliabu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga independensi pers serta mengedepankan prinsip keberimbangan dan akurasi dalam setiap pemberitaan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup