Pemda Taliabu Mantapkan Sekolah Rakyat, Targetkan Audiensi Langsung dengan Mensos
JAZIRAHNUSANTARA – Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Taliabu, Maluku Utara, terus mematangkan langkah strategis pembangunan Sekolah Rakyat sebagai Program Strategis Nasional (PSN) melalui audiensi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia
Kepala Dinas Sosial Kuraisia Marsaoly, menyampaikan seluruh dokumen proposal terkait pembangunan institusi pendidikan tersebut telah resmi disampaikan kepada Kementerian Sosial.
“Sebagai bentuk keseriusan di tingkat regional, dokumen tersebut juga telah ditembuskan kepada Gubernur Maluku Utara agar mendapat dukungan lintas sektoral,” kata Kuraisia Marsaoly, Jum’at (17/04/2026).
Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu kini tengah menunggu lampu hijau untuk melakukan audiensi tatap muka.
Ia mengungkapkan, Bupati Sashabila Mus secara khusus telah mengagendakan pertemuan langsung dengan Menteri Sosial guna memaparkan urgensi program ini.
Surat permohonan audiensi sudah dilayangkan, dengan harapan jadwal pertemuan dapat segera terealisasi dalam waktu dekat agar implementasi Sekolah Rakyat di lapangan tidak terhambat kendala administratif.
Ia menjelaskan, langkah ambisius ini bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan pemerintah daerah berpijak pada kondisi objektif yang terekam dalam data statistik tahun 2025.
Hingga saat ini, Pulau Taliabu masih menghadapi tantangan besar dengan angka keluarga miskin mencapai 6,63 persen.
“Kondisi ekonomi ini berdampak linear pada sektor pendidikan, di mana tercatat sedikitnya 504 siswa dinyatakan putus sekolah,” jelasnya
Lebih lanjut, data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Pulau Taliabu, mengungkap fakta yang lebih memprihatinkan, yakni terdapat 842 anak usia sekolah di 71 desa yang saat ini sama sekali tidak mengenyam pendidikan.
Di sisi lain, terdapat 5.078 jiwa penerima manfaat yang terkategori dalam desil satu dan desil dua atau masuk dalam kelompok miskin ekstrem.
“Angka-angka inilah yang menjadi dasar kuat bagi Pemkab Taliabu untuk menawarkan solusi konkret lewat Sekolah Rakyat,” bebernya
Menurutnya, Program Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai jembatan bagi masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini belum terjangkau secara optimal oleh sistem pendidikan formal.
Fokus utamanya adalah memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu tanpa perlu mencemaskan beban biaya.
Dengan demikian, hambatan ekonomi tidak lagi menjadi alasan bagi anak-anak di Taliabu untuk berhenti bermimpi.
Lebih jauh, inisiatif ini dipandang sebagai bentuk sinkronisasi kebijakan antara daerah dan pusat.
Selain sejalan dengan visi-misi Bupati Pulau Taliabu dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, program ini juga menjadi representasi dari visi besar Presiden Republik Indonesia dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan secara nasional.
Program ini adalah investasi jangka panjang yang diharapkan mampu mengubah wajah sosial dan ekonomi Taliabu di masa depan.
“Melalui institusi ini, negara hadir secara nyata di tengah masyarakat miskin ekstrem untuk menjamin hak dasar setiap warga negara dalam memperoleh pendidikan yang layak dan bermartabat,” tandasnya. (red)










