Lima Siswa SMP Negeri 5 Bahu Gagal Ikut TKA, Validasi Data Dipertanyakan
JAZIRAHNUSANTARA — Lima siswa SMP Negeri 5 Desa Bahu, Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara gagal mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) membuka persoalan serius dalam pelaksanaan ujian berbasis sistem. Gangguan aplikasi hingga ketidaksinkronan data diduga menjadi penyebab utama, sebagaimana diungkap Tokoh Pemuda Desa Bahu, Berti Fernando B Besay, setelah menelusuri langsung kasus tersebut.
Berti mengungkapkan, dirinya berinisiatif mempertanyakan langsung persoalan tersebut kepada pihak sekolah guna mengetahui akar masalah yang menyebabkan kelima siswa tersebut tidak terdaftar sebagai peserta TKA.
“Dari hasil konfirmasi ke kepala sekolah, ia menjelaskan bahwa faktor utama berasal dari sistem. Karena ini pelaksanaan perdana TKA, sistemnya dinilai belum stabil, terutama yang berbasis jaringan internet. Aplikasinya masih perlu banyak perbaikan,” ujar Berti, Jum’at (17/04/2026).
Selain itu, ia juga menyoroti proses penerbitan nama peserta yang dinilai belum optimal. Menurut penjelasan yang ia terima, nama-nama siswa baru muncul saat sistem TKA dibuka, dan dalam kondisi sistem yang belum siap, proses pendaftaran menjadi tidak maksimal.
“Hal ini yang kemudian membuat pihak sekolah tidak memaksakan pendaftaran saat itu, karena melihat kondisi sistem yang belum baik,” jelasnya.
Berti juga mengungkapkan bahwa persoalan lain terletak pada validasi data siswa. Ia menyebut, proses sinkronisasi data melalui sistem Dapodik yang dilakukan secara berkala justru kerap menimbulkan ketidaksesuaian.
“Kadang data menjadi tidak valid karena adanya perubahan data kependudukan, seperti perbedaan nama orang tua atau pembaruan Kartu Keluarga. Ini yang berpengaruh pada sistem,” kata, Berti menirukan ucapan Kepala Sekolah, Iradat Larasati
Terkait dampak bagi siswa yang tidak mengikuti TKA, Berti mengatakan bahwa berdasarkan penjelasan yang ia terima dari Kepala sekolah SMP Negeri 5 Bahu, Iradat Larasati, hal tersebut tidak memengaruhi kelulusan atau kelanjutan pendidikan siswa.
Meski demikian, ia menilai TKA tetap memiliki peran penting bagi siswa.
“Menurut saya, Tes Kemampuan Akademik sangat penting sebagai alat ukur objektif dan terstandar secara nasional untuk memvalidasi kemampuan akademik siswa. Walaupun tidak menentukan kelulusan, sertifikat TKA ini penting untuk jalur prestasi ke SMA atau SMK, serta sebagai bahan evaluasi diri siswa terhadap pemahaman kompetensinya,” tegas Berti.
Ia pun berharap ke depan pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh, agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak merugikan siswa. (red)










