Taliabu Susun Roadmap Kota Kreatif, Libatkan ICCN dan Komunitas Lokal
JAZIRAHNUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu mulai menindaklanjuti kesepakatan strategis bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dengan menyusun peta jalan (roadmap) menuju Taliabu sebagai Kota Kreatif. Langkah ini dijadwalkan mulai berjalan pada pekan depan dengan melibatkan seluruh simpul komunitas lokal.
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, menyampaikan hal tersebut usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif bersama Ketua Umum ICCN, Tb. Fiki C. Sata.
Menurut Bupati Sashabila, tahapan awal akan difokuskan pada identifikasi potensi kreatif yang tersebar di seluruh wilayah Taliabu. Tim akan turun langsung ke lapangan guna mengumpulkan data riil sebagai dasar penyusunan blueprint.
“Langkah awal ini sangat krusial karena blueprint yang akan disusun harus berbasis pada data riil di masyarakat agar program yang lahir nantinya tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Sashabila Widya L Mus usai menandatangani MoU dengan ICCN, Rabu (08/04/2026) .
Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada seremoni penandatanganan semata, melainkan harus diwujudkan dalam langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Sashabila mengungkapkan bahwa tujuan utama penyusunan roadmap ini adalah menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang mandiri, khususnya bagi generasi muda dan pelaku usaha kreatif di Taliabu.
Pemerintah daerah, kata dia, ingin membangun jembatan kolaborasi yang nyata bagi komunitas agar mampu mengembangkan inovasi lokal hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Semangat Taliabu Kota Kreatif harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelaku seni, kriya, kuliner, hingga pegiat digital,” tambahnya.
Secara teknis, proses yang akan dimulai pekan depan diawali dengan pendataan menyeluruh terhadap komunitas kreatif yang ada. Setelah itu, ICCN akan memberikan pendampingan dalam merumuskan rencana induk yang mengintegrasikan potensi lokal dengan jejaring kreatif nasional.
Pemerintah daerah berharap langkah ini dapat memetakan sektor unggulan yang perlu menjadi prioritas intervensi kebijakan, sehingga pengembangan ekonomi kreatif di Taliabu dapat berjalan lebih terarah dan efektif.
“Kami optimis dokumen rencana kerja yang disusun bukan sekadar menjadi tumpukan kertas, tetapi menjadi panduan aksi nyata bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” tandasnya. (red)










