MoU Pemda Taliabu–IPB University, Fokus Data Desa Presisi dan Ketahanan Pangan

Bupati Taliabu Sashabila Widya L Mus foto bersama dengan pihak IPB university Bogor usai melakukan penandatanganan kerjasama dibidang Data Desa dan Ketahanan Pangan. (Foto:Humas)

 

 

JAZIRAHNUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu resmi menjalin kemitraan strategis dengan IPB University guna memperkuat fondasi ekonomi masyarakat di tengah masifnya ekspansi industri pertambangan. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Bogor, Selasa (7/4/2026).

Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, menegaskan komitmennya untuk mentransformasi arah pembangunan daerah dari sekadar administratif menuju pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, data, dan inovasi.

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kondisi geografis Taliabu yang saat ini seluruh wilayahnya telah dikuasai oleh Izin Usaha Pertambangan (IUP). Menurutnya, penguatan sektor domestik seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi hal yang tidak bisa ditawar agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi besar yang akan datang.

“Penguatan potensi lokal adalah harga mati, sehingga masyarakat tetap menjadi pelaku utama dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Dalam kerja sama ini, fokus utama diarahkan pada implementasi program Data Desa Presisi di 71 desa dan 8 kecamatan, serta pengembangan komoditas unggulan seperti Pepaya Nucallina dan sistem peternakan ramah lingkungan.

Bupati juga menyoroti keterbatasan fiskal daerah. Dari total APBD sebesar Rp511 miliar, sekitar 53 persen terserap untuk belanja pegawai. Kondisi tersebut menyisakan sekitar Rp200 miliar yang harus dikelola secara efektif untuk meningkatkan pelayanan publik sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk bekerja lebih efisien dan inovatif dalam memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya.

Ia menilai, kemitraan dengan IPB University menjadi langkah strategis untuk melahirkan model pembangunan kepulauan yang berkelanjutan. Keterlibatan akademisi dianggap penting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Satu hal yang paling penting dari kerja sama ini adalah jalur afirmasi bagi murid-murid berprestasi kami di Pulau Taliabu agar dapat melanjutkan pendidikan di IPB. Kami ingin mereka kembali ke daerah tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga ilmu yang siap diterapkan untuk membangun tanah kelahiran,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, penggunaan Data Desa Presisi akan menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan yang akuntabel dan terukur. Data yang akurat dinilai akan memudahkan daerah dalam mengakses berbagai program nasional.

Hal ini juga dinilai sejalan dengan visi besar Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan serta pembangunan berbasis desa dan wilayah tertinggal.

Di akhir sambutannya, Bupati Sashabila menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus atas kepercayaan yang diberikan. Ia berharap kolaborasi ini menjadi awal dari sinergi jangka panjang yang mampu mendorong pemerataan pembangunan nasional, khususnya di wilayah kepulauan.

“Melalui inovasi peternakan zero waste dan desa resilien pangan, Taliabu optimistis dapat menjadi contoh bagi daerah kepulauan lain dalam menghadapi tantangan krisis iklim maupun keterbatasan logistik di masa depan,” tandasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup