Festival Ela-Ela ke-4, Pemuda Wayo Teguhkan Warisan Budaya Ramadan
JAZIRAHNUSANTARA – Festival Ela-Ela dan pawai obor yang digelar pemuda Desa Wayo, Kecamatan Taliabu Barat, berlangsung meriah pada Selasa (17/03/2026) malam. Kegiatan yang telah memasuki tahun keempat ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi lokal masyarakat di penghujung bulan suci Ramadan.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Pejabat Sekretariat Daerah, Hayatuddin Fataruba, dengan mengusung tema “Menyambut Kemuliaan Seribu Bulan di Malam Lailatul Qadar.”
Ketua Panitia Festival Ela-Ela, Dahlan Hasim, mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif pemuda Desa Wayo dalam menjaga warisan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya selama Ramadan.
“Festival Ela-Ela ini lahir dari semangat kebersamaan masyarakat, terutama pemuda, untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi desa. Ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya,” ujar Dahlan.
Ia menjelaskan, festival tahun ini merupakan penyelenggaraan keempat, dengan pendanaan yang bersumber dari partisipasi masyarakat melalui kegiatan gendang sahur keliling yang dilakukan para pemuda desa.
Dahlan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Wayo dan Desa Bobong atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia turut memohon maaf apabila aktivitas gendang sahur keliling sempat mengganggu kenyamanan warga.
Menurutnya, pelaksanaan festival yang bertepatan dengan malam-malam terakhir Ramadan diharapkan mampu meningkatkan semangat ibadah masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga membawa keberkahan dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para pemuda Desa Wayo yang telah bekerja secara sukarela sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Dahlan menegaskan komitmen pemuda untuk menjadikan Festival Ela-Ela sebagai agenda tahunan yang terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Meski demikian, panitia mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak.
“Semoga Festival Ela-Ela malam ini berjalan lancar, meriah, dan membawa keberkahan bagi kita semua, serta kita dapat kembali dipertemukan dengan Ramadan di tahun mendatang,” tutup Dahlan. (red)










