Fisik RSUD PHTC Bobong Hampir Selesai, Pemda Fokus Penuhi SDM Kesehatan

Manajer PT Wijaya Karya (Persero), Andhika A. Pradana saat mendampingi Bupati Taliabu Sashabila Widya L Mus, Jumat (27/02/2026). Foto:FF

 

 

JAZIRAHNUSANTARA – Pembangunan RSUD PHTC Bobong memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 90 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026. Kepastian itu disampaikan setelah Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, meninjau langsung proses pengerjaan gedung rumah sakit yang dibangun di Alun-alun Bobong, Jumat (27/02/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Hayatuddin Fataruba, Asisten II, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Bobong, serta sejumlah pejabat OPD. Rombongan disambut oleh pihak rekanan PT Wijaya Karya (Wika) yang memandu peninjauan mulai dari lantai satu hingga lantai tiga setelah seluruh tamu mengenakan APD.

Manajer PT Wika, Andhika A. Pradana, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik kini tinggal tahap finishing.

“Fisiknya sudah 90 persen. Insya Allah operasional bisa tercapai pada April. Kami menargetkan seluruh pekerjaan yang berat-berat selesai sebelum libur lebaran dan tuntasnya pada April,” ujarnya.

Meski pembangunan fisik hampir rampung, Bupati Sashabila mengungkapkan bahwa Pemda masih menghadapi kekurangan SDM Kesehatan pada empat bidang spesialis, yaitu anestesi, patologi, dermatologi, dan radiologi.

“Empat dokter spesialis itu hingga kini belum ada yang mendaftar ke rumah sakit di Taliabu,” jelasnya.

Pemda Taliabu, kata Bupati, terus melakukan upaya pemenuhan SDMK, termasuk menyiapkan fasilitas tambahan bagi tenaga medis.

“Hingga kini, kami tetap membuka peluang bagi dokter dibidang tersebut untuk mendaftar ke RSUD PHTC Bobong. Dan para dokter dibidang tersebut nantinya, Pemda Taliabu juga menyediakan tunjangan dan rumah dokter untuk mendukung tenaga kesehatan yang akan bertugas,” tambahnya.

Dengan progres pembangunan yang kian mendekati 100 persen serta komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan SDM, RSUD PHTC Bobong diharapkan segera menjadi fasilitas kesehatan rujukan utama bagi masyarakat Pulau Taliabu. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup