Jorok, 20 Anggota DPRD Taliabu Berkantor dengan Tai Burung

Tai Burung Sriti yng berserakan di dalam Gedung DPRD, nampak sejumlah meja dipenuhi dengan kotoran burung Sriti

JAZIRAH – Kondisi memprihatinkan terlihat di Kantor DPRD Kabupaten Pulau Taliabu. Pantauan media Jazirahnusantara.com, Selasa (20/01/2026) menunjukkan tangga sisi kanan, tangga kiri, tangga depan, hingga aula lantai dua gedung wakil rakyat tersebut dipenuhi kotoran burung Sriti.

Keadaan ini bukan terjadi dalam waktu singkat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Padahal, di gedung itu berkantor sebanyak 20 anggota DPRD beserta staf sekretariat. Ironisnya, persoalan kebersihan ini tetap dibiarkan, meskipun kantor DPRD terlihat penuh kotoran Sriti.

Tumpukan kotoran burung di sejumlah sudut gedung tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap serta risiko gangguan kesehatan bagi pegawai maupun tamu yang datang berkunjung.

Bukan hanya kotoran burung Sriti, plafon gypsum dibeberapa sudaut ruangan juga sudah mulai rusak, begitu juga dengan ketika hujan turun, gedung mewah tersebut mengalami kebocoran di beberapa titik ruangan yang menyebabkan genangan air hingga menyebabkan karpet mengeluarkan bau menyengat.

Saat dikonfirmasi media ini, Sekretaris DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Karidu Hamura, membenarkan adanya kondisi tersebut. Ia mengatakan, semenjak ditunjuk menjadi sekretariat Dewan sudah mengetahui persoalan itu dan saat ini tengah berupaya mencari solusi, agar burung tersebut tidak datang lagi

“Saat saya ditunjuk menjabat sekretaris dewan, saya sudah melakukan beberapa upaya, mulai dari pengusiran secara manual, menyemprot sarang burung dengan obat-obatan kimiawi, hingga yang terbaru kita melakukan pengasapan dalam gedung untuk,” Ujar Lakaridu Hamura, Selasa (20/01/2026) saat ditemui media ini diruang kerjanya.

Dari langkah-langkah pencegahan tersebut, kata Lakaridu, saat ini kamu sudah mengusir burung kurang lebih 50 persen dari jumlah burang yang sering menghinggapi ruangan-ruangan tersebut.

Masyarakat berharap kebersihan kantor DPRD segera menjadi perhatian serius. Sebab, gedung DPRD bukan hanya tempat kerja anggota dewan, tetapi juga simbol lembaga perwakilan rakyat yang seharusnya mencerminkan tanggung jawab dan keteladanan. (Red)

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup