Kemenag Taliabu Dampingi Pembentukan Madrasah Diniyah di MI dan MTs Nurul Fatona Todoli
JAZIRAHNUSANTARA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Taliabu melakukan pendampingan pembentukan Madrasah Diniyah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Fatona Todoli, Desa Todoli, Kecamatan Taliabu Utara, Kamis (29/10/2026).
Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus memperluas kesempatan peserta didik untuk memperdalam ilmu agama, membangun akhlak, dan membiasakan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Taliabu, Sugianto J. Muhdin, M.Si., bersama Pengurus Yayasan Nurul Fatona Todoli, Fathoni Idris, membahas sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan dalam pembentukan Madrasah Diniyah, mulai dari kesiapan kelembagaan, tenaga pendidik, kurikulum, proses pembelajaran, sarana prasarana hingga administrasi dan pengelolaan program.
Menurut Sugiyanto, Program tersebut dirancang untuk melengkapi pendidikan formal di lingkungan MI dan MTs Nurul Fatona Todoli dengan pembelajaran agama yang lebih terarah. Materi yang direncanakan mencakup Al-Qur’an, Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, serta pembiasaan ibadah dan akhlak Islami.
“Salah satu fokus utama program ini adalah tahfidz Al-Qur’an atau pembinaan hafalan Al-Qur’an bagi peserta didik. Melalui program tersebut, madrasah diharapkan tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan agama, tetapi juga membangun kedekatan mereka dengan Al-Qur’an sejak dini,” Ujarnya.
Sementara itu, Pengurus Yayasan Nurul Fatona Todoli, Fathoni Idris, menyambut baik pendampingan dari Kemenag Pulau Taliabu. Yayasan, kata dia, berkomitmen mendukung pembentukan Madrasah Diniyah sebagai bagian dari pengembangan mutu pendidikan keagamaan di lingkungan MI dan MTs Nurul Fatona Todoli.
Sebagai bentuk kesiapan, kata Fathoni, yayasan telah menyiapkan tenaga pengajar atau ustaz dan ustazah yang merupakan penghafal Al-Qur’an (hafiz dan hafizah) serta telah menyelesaikan pendidikan di Yaman, Timur Tengah.
Ia juga mengatakan, Ketersediaan tenaga pengajar tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran tahfidz secara terarah, sekaligus memperkuat penguasaan ilmu agama dan pembentukan karakter peserta didik.
“Pembentukan Madrasah Diniyah juga membutuhkan sinergi antara yayasan, kepala madrasah, guru, orang tua, dan masyarakat agar program dapat berjalan secara berkelanjutan. Selain kesiapan tenaga pendidik, pengelolaan kelembagaan, kurikulum, dan administrasi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam proses pembentukannya,” kata, Fathoni.
Untuk itu, Kata Sugiyanto melalui pendampingan ini, Madrasah Diniyah di MI dan MTs Nurul Fatona Todoli diharapkan dapat menjadi wadah penguatan pendidikan agama yang terencana dan berkualitas, sehingga peserta didik memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, pemahaman agama, hafalan Al-Qur’an, kedisiplinan beribadah, dan akhlak mulia.
“Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk menyiapkan generasi yang berilmu, beriman, dan berkarakter serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” harapnya. (red)












