Ponpes Al-Fatah Kilong Gelar Dzikir dan Doa Bersama Peringati Hari Santri Nasional 2026
JAZIRAHNUSANTARA – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Kilong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar dzikir dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Ponpes Al-Fatah Kilong tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat santri dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Pengelola Ponpes Al-Fatah Kilong, Sugiyanto J Muhdin, mengatakan dzikir dan doa bersama dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sekaligus untuk mengenang perjuangan ulama, kiai, dan santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Menurut Sugiyanto, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara keluarga besar pesantren dan masyarakat, sekaligus memohon keberkahan, keselamatan, serta kedamaian bagi masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu dan bangsa Indonesia.
Selain itu, doa bersama dipanjatkan agar seluruh keluarga besar Ponpes Al-Fatah Kilong senantiasa mendapat perlindungan Allah SWT, serta pembangunan pesantren dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap Ponpes Al-Fatah Kilong terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi Qur’ani, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kecintaan terhadap agama dan tanah air.
Momentum Hari Santri Nasional 2026 juga diharapkan dapat memperkuat semangat para santri untuk terus menuntut ilmu, mengamalkan nilai-nilai keislaman, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Melalui kegiatan tersebut, Ponpes Al-Fatah Kilong berharap terwujud kehidupan masyarakat yang religius, damai, aman, dan sejahtera, dengan tetap menjunjung tinggi persatuan dan kerukunan antarumat.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung semangat “Jihad Santri, Jayakan Negeri”, sebagai pengingat bahwa perjuangan santri tidak hanya dilakukan melalui pendidikan agama, tetapi juga melalui pengabdian, dakwah, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. (red)












