Gekrafs Kepulauan Sula Bidik Potensi Pertanian dan Perikanan untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif

Penyerah SK kepengurusan DPC Gekrafs Kabupaten Kepulauan Sula kepada ketua, Mikail Yahya. (Foto: istimewa)

JAZIRAHNUSANTARA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Kepulauan Sula berkomitmen mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, terutama sektor pertanian dan perikanan, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Ketua DPC Gekrafs Kabupaten Kepulauan Sula, Mikail Yahya, S.Kep., saat menghadiri pelantikan pengurus Gekrafs kabupaten/kota se-Maluku Utara di Aula Penginapan Fira, Kota Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Minggu (18/10/2026).

Ketua DPC Gekrafs Kabupaten Kepulauan Sula, Mikail Yahya, mengatakan potensi usaha di Kepulauan Sula terbuka luas, khususnya bagi generasi muda yang ingin mengembangkan kreativitas dan membangun usaha mandiri.

Menurut Mikail, kehadiran Gekrafs di Kepulauan Sula diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan aspirasi, mengembangkan kreativitas, serta menciptakan peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi.

“Alhamdulillah, dengan adanya Gerakan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kepulauan Sula, semoga organisasi ini bisa menjadi wadah aspirasi dan kreasi anak muda dalam dunia usaha,” ujar Mikail.

Ia menilai sektor pertanian dan perikanan merupakan dua bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah. Potensi tersebut, kata dia, perlu didorong melalui inovasi, pengembangan produk, dan kerja sama lintas sektor.

Karena itu, Gekrafs Kepulauan Sula berencana membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi lokal sekaligus membuka ruang pengembangan usaha bagi generasi muda.

“Saya melihat peluang usaha bagi anak-anak muda di Kepulauan Sula sangat besar, di antaranya sektor pertanian dan perikanan. Insyaallah, kami akan berkolaborasi dengan pemerintah terkait potensi dan peluang usaha yang ada di Kepulauan Sula,” katanya.

Mikail berharap, melalui sinergi tersebut, potensi sumber daya daerah tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu membuka lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gekrafs diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha, komunitas kreatif, dan generasi muda untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi lokal Kepulauan Sula. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup