Karhutla Salati Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Fokus Perbaiki Pipa PDAM

Perbaikan pipa PDAM di desa Salati. (Foto: istimewa)

JAZIRAHNUSANTARA – Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Salati, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Kamis (15/10/2026). Setelah api berhasil dikendalikan, penanganan difokuskan pada pemantauan area bekas kebakaran dan perbaikan jaringan pipa PDAM yang rusak akibat paparan panas dan kobaran api.

Hal itu diungkapkan oleh, Koordinator posko karhutla Desa Salati yang juga Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pulau Taliabu, Martono. Ia mengatakan kondisi pascakebakaran menunjukkan perkembangan positif. Pasokan air bersih dari sistem penyediaan air desa maupun pengelola swasta dilaporkan telah kembali mengalir normal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Meski demikian, perbaikan jaringan pipa PDAM yang mengalami kerusakan masih menjadi salah satu prioritas untuk memastikan pemulihan layanan air bersih bagi warga terdampak berjalan optimal.

“Alhamdulillah, kondisi api di wilayah Salati sudah berhasil kita atasi sepenuhnya. Namun, kami bersama relawan dan masyarakat tidak lantas lengah. Pemantauan secara berkala terus kami lakukan untuk memastikan lokasi benar-benar aman dan mengantisipasi potensi munculnya titik api baru,” ujar Martono.

Penanganan karhutla di Desa Salati melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Posko Salati, personel TNI/Polri, tenaga pendidik, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga masyarakat setempat.

Martono menegaskan, pemulihan jaringan pipa PDAM merupakan langkah penting untuk mengembalikan infrastruktur dasar yang terdampak kebakaran. Tim relawan saat ini masih berfokus pada perbaikan pipa yang mengalami kerusakan.

“Saat ini tim relawan fokus melanjutkan perbaikan pipa PDAM yang rusak akibat kebakaran. Ini merupakan langkah mendesak dalam pemulihan infrastruktur dasar. Kami mengimbau seluruh tim di lapangan untuk tetap mengutamakan keselamatan kerja dan menjaga koordinasi hingga situasi benar-benar kondusif,” katanya.

Selain mempercepat perbaikan infrastruktur, tim gabungan dan masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan di sekitar lokasi bekas kebakaran. Pemantauan berkala diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Kolaborasi antara petugas, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi Desa Salati, sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga kembali terpenuhi setelah bencana karhutla. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup