BKKBN Malut Perkuat Upaya Cegah Stunting Melalui Penyediaan Sanitasi Sehat
JAZIRAHNUSANTARA – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Maluku Utara menempatkan penyediaan jamban sehat dan akses sanitasi layak sebagai salah satu prioritas dalam upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Maluku Utara, Ansar Djainahu, saat menyalurkan bantuan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sekaligus meninjau keluarga penerima manfaat di Desa Kusu, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Selasa, 9 Juni 2026 kemarin.
Dalam kunjungan itu, Ansar meninjau langsung kondisi rumah dan lingkungan keluarga sasaran untuk memastikan intervensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait akses sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Menurut Ansar, ketersediaan jamban sehat dan sistem sanitasi yang memadai merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah risiko stunting.
“Sanitasi yang buruk dan tidak tersedianya jamban sehat menjadi salah satu faktor risiko yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk stunting pada anak. Karena itu, kami ingin memastikan setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Ansar ketika dihubungi media ini, Rabu (10/06/2026).
Ia menjelaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga harus didukung oleh lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni. Lingkungan dengan sanitasi yang buruk berpotensi meningkatkan risiko penyakit infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
Karena itu, lanjut Ansar, perbaikan sanitasi dasar menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan stunting yang dijalankan Kemendukbangga/BKKBN bersama berbagai pemangku kepentingan.
Ansar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting di Maluku Utara. Menurutnya, penyediaan jamban sehat dan peningkatan kualitas sanitasi membutuhkan dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta partisipasi masyarakat.
“Kami akan terus membangun kerja sama dan kolaborasi dengan semua pihak agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap sanitasi yang layak dan lingkungan yang sehat, dapat terpenuhi. Dengan kolaborasi yang kuat, upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program GENTING sendiri merupakan salah satu upaya Kemendukbangga/BKKBN dalam memperkuat intervensi pencegahan stunting melalui dukungan langsung kepada keluarga berisiko stunting, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup keluarga. (red)









