Air Bersih Terhambat! Kekosongan Direktur PDAM Taliabu Bikin Layanan Mandek
JAZIRAHNUSANTARA – Kekosongan jabatan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pulau Taliabu diduga berdampak pada terhambatnya sejumlah layanan kepada masyarakat, khususnya pemasangan meteran air baru di rumah warga.
Sejumlah warga mengeluhkan tidak dapat melakukan pemasangan sambungan baru lantaran pihak PDAM menyebut masih belum adanya direktur yang menandatangani proses administrasi.
“Kemarin mau daftar tapi dong pe alasan belum bisa karena belum ada direktur,” ujar salah satu warga yang enggan namanya dipublikasikan kepada media ini, Selasa (09/6/2026).
Warga tersebut juga menyebutkan bahwa kondisi serupa telah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, bahkan sejak sekitar tiga bulan lalu saat dirinya mencoba melakukan pendaftaran di kantor PDAM.
“so pernah kasi tau juga dari 3 bulan lalu di staf PDAM yang pernah ke kantor untuk penagihan air di kantor,” tambahnya.
Sementara itu, mantan Direktur PDAM Kabupaten Pulau Taliabu, Suwandi Sabila, mengaku tidak lagi mengetahui secara pasti kondisi internal PDAM setelah masa jabatannya berakhir.
“Beta seng tau soalnya beta bukan di PDAM lagi, pas masa jabatan selesai kita pamit sudah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses pemasangan sambungan meteran air baru memang membutuhkan persetujuan dan tanda tangan dari pimpinan definitif PDAM.
“Karena pemasangan meteran baru itu harus ada tanda tangan pimpinan,” jelasnya.
Hingga kini, pascaberakhirnya masa jabatan Direktur PDAM, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu dalam hal ini Bupati Sashabila Widya L. Mus belum juga mengambil langkah untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Keterlambatan penunjukan direktur PDAM itu berdampak pada terganggunya pelayanan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih.
Sementara itu, saat ini warga di wilayah Kota Bobong, Kilong, dan Wayo juga mengalami air mati, sehingga kesulitan memperoleh air yang layak untuk kebutuhan sehari-hari. (red)









