Muscab PKB Taliabu, Zulkifli Hi Saleh Tegaskan Politik Harus Naik Kelas
JAZIRAHNUSANTARA – Wakil Ketua I DPW PKB Maluku Utara, Zulkifli Hi Saleh, menegaskan pentingnya transformasi politik yang lebih substantif dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Pulau Taliabu, Senin (20/4/2026), dengan menekankan bahwa partai politik harus “naik kelas” dan hadir melalui kerja nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar mengandalkan janji politik.
Dalam sambutannya, Zulkifli menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk konsolidasi kekuatan partai dan penegasan arah perjuangan politik PKB ke depan.
“Ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah momen untuk meluruskan arah perjuangan dan memastikan ke mana PKB akan melangkah,” ujarnya saat membacakan amanat Ketua Umum.
Ia menyampaikan, di tengah perubahan global yang cepat, ketidakstabilan ekonomi, serta berkembangnya teknologi, kepercayaan masyarakat terhadap politik mengalami penurunan. Oleh karena itu, PKB dituntut untuk melakukan transformasi.
“Rakyat tidak lagi percaya pada janji, tetapi percaya pada kerja nyata. Karena itu politik harus naik kelas, dan PKB harus menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar peserta pemilu,” tegasnya.
Dalam amanat tersebut, disampaikan empat pilar utama yang harus menjadi pegangan kader PKB, yakni politik kehadiran, politik pelayanan, politik keteladanan, dan politik kepemimpinan.
Zulkifli menjelaskan, politik kehadiran berarti kader PKB harus selalu berada di tengah masyarakat, membantu saat rakyat menghadapi kesulitan, serta menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang ada.
Sementara politik pelayanan menekankan pentingnya kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat, seperti mendorong akses layanan kesehatan, memperkuat UMKM, membuka peluang ekonomi, serta meningkatkan kualitas pendidikan.
“PKB juga harus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah agar program-program pro rakyat benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Lebih lanjut, politik keteladanan menuntut setiap kader untuk menjaga sikap dan integritas, karena satu kesalahan individu dapat berdampak pada citra partai secara keseluruhan.
“Kader PKB harus santun, jujur, tidak arogan, dan selalu berpihak kepada rakyat,” tambahnya.
Adapun politik kepemimpinan menekankan bahwa kader PKB harus siap menjadi pemimpin, baik dalam gagasan, kebijakan, maupun gerakan perubahan di masyarakat.
Dalam konteks pemenangan Pemilu 2029, Zulkifli menyebut kerja politik PKB harus bergerak di tiga lini utama, yakni kerja rakyat, kerja organisasi, dan kerja opini publik.
“Politik hari ini juga berlangsung di ruang digital. Siapa menguasai narasi, dia menguasai opini. Karena itu kader PKB harus aktif menyampaikan kerja-kerja partai kepada publik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kaderisasi sebagai kunci masa depan partai. Menurutnya, setiap struktur PKB di daerah harus menyiapkan kader muda, memberi ruang, serta membina generasi baru untuk menjadi pemimpin masa depan.
Menutup penyampaiannya, Zulkifli mengajak seluruh kader PKB di Pulau Taliabu untuk memperkuat soliditas dan menjadikan partai sebagai kekuatan politik yang menjaga stabilitas daerah serta mendorong pembangunan.
“PKB harus menjadi rumah besar masyarakat, penggerak pembangunan daerah, dan solusi bagi rakyat. Perjuangan ini dimulai dari daerah, dimulai dari Pulau Taliabu,” pungkasnya. (Red)










