319 Bangunan Rusak dan 100 KK Mengungsi Akibat Gempa
TERNATE – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada 2 April lalu, berdampak luas di enam daerah, meliputi empat kabupaten dan dua kota, dengan total 27 kecamatan serta 46 desa dan kelurahan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdapat kerusakan bangunan yang terdiri dari 99 unit rumah rusak berat, 66 unit rusak sedang, dan 139 unit rusak ringan. Selain itu, terdapat rumah ibadah yang terdampak 11 unit, sarana pendidikan 1 unit, saranan pelayanan publik 1 unit, dan fasilitas umum berupa 1 ruang tunggu pelabuhan speed, 80 meter tambatan perahu, dan 1 gedung pertemuan.
Selain kerusakan rumah, tercatat warga terdampak sebanyak 2000 jiwa lebih, dan dievakuasi di pos pengungsian 1.107 jiwa atau sekitar 100 KK. Meskipun tidak ada korban meninggal, namun 1 warga Ternate dilaporkan alami luka ringan
Menindak lanjuti masalh tersebut, BNPB bersama Pemerintah provinsi Malut dan kabupaten kota terdampak, menggelar rapat koordinasi untuk mencermati dampak dari kondisi gempa yang terjadi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara di Ruang VIP Pemda, Bandara Sultan Babullah Ternate, Minggu 5 April 2026. Rakor tersebut dihadiri Direktur Penanganan Darurat Wilayah 1, BNPB, Agus Riyanto, dan Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat, Kolonel Herry Setiono.
Wakil Gubernur, Sarbin Sehe, pada kesempatan itu menyampaikan, gempa bumi berdampak secara langsung di 6 kabupaten/kota, yakni Kota Ternate, Kota Tidore, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan. “Berdampak kerusakan-kerusakan infrastruktur, dan sampai hari ini belum ada korban meninggal. Kita bersyukur karena Allah selamatkan kita semua,”ujar Wagub Sarbin.
Wagub Sarbin menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder mulai dari pusat hingga daerah, yang telah bersinergi melakukan tanggap darurat pascabencana, khususnya di Batang Dua, yang merupakan lokasi utama terdampak gempa. Ia juga berharap perhatian lebih dari pemerintah pusat. “ Teman-teman dari pusat kami berharap dibantu secara maksimal kepada kami di provinsi maupun kabupaten/kota. Koordinasi pemerintah pusat sudah kami laporkan secara resmi,”ucap Sarbin.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyebutkan data terbaru sebanyak 233 bangunan di Kecamatan Pulau Batang Dua mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada Kamis 2 April 2026 lalu. Pemerintah daerah pun merencanakan langkah pemulihan, termasuk pembangunan kembali fasilitas yang terdampak.
Rizal menjelaskan, kerusakan infrastruktur telah diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari rusak berat, sedang, hingga ringan. Data sekitar 233 bangunan terdampak, meliputi hunian warga, fasilitas pendidikan, perkantoran, hingga rumah ibadah. “Dalam proses perbaikan, saya juga sudah menyampaikan kepada Wali Kota dan Gubernur sehingga kami harapkan pemulihan selanjutnya itu akan ditangani segara mungkin,” ujarnya usai rapat koordinasi bersama BNPB, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta kabupaten/kota terdampak, di Bandara Sultan Babullah Ternate, Minggu 5 April 2026.
Selain itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pokok bagi warga terdampak tetap terjaga. Rizal mengungkapkan, bantuan tahap pertama telah didistribusikan ke posko sejak hari pertama kejadian.
Untuk mendukung distribusi logistik, Pemerintah Kota Ternate telah berkoordinasi dengan BNPB dan Basarnas, termasuk penyediaan kapal guna mengangkut bantuan lanjutan ke Pulau Batang Dua. “Setelah logistik dimobilisasi ke kapal, saat sore atau malam hari bantuan langsung diberangkatkan ke lokasi terdampak,” katanya.
Dia menegaskan, hasil rapat koordinasi juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan stok logistik agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi (**)










