Dukung Pengembangan Pala, Pemda Taliabu Kembali Dapat Alokasi 110 Ton Pupuk dan Bibit Pala

Proses pemuatan pupuk di kapal yang dilakukan oleh CV. BORNEO INTECH. (Foto: istimewa)

JAZIRAHNUSANTARA – Sebanyak 110 ton pupuk dari Kementerian Pertanian (Kementan) disiapkan untuk mendukung program perluasan dan rehabilitasi tanaman pala di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, pada 2026. Saat ini, pupuk yang disalurkan melalui CV Borneo Intech tersebut masih dalam proses pemuatan sebelum dikirim ke Taliabu untuk memenuhi kebutuhan kelompok tani penerima.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pulau Taliabu, Atma, mengatakan ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelaksanaan program pengembangan tanaman pala di Kabupaten Pulau Taliabu.

Menurut dia, pasokan pupuk sebanyak 110.000 kilogram itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sarana produksi bagi kelompok tani penerima sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.

“Dengan adanya pasokan pupuk sebanyak 110.000 kilogram ini, diharapkan ketersediaan pupuk untuk mendukung sektor pertanian tetap terjaga. Hal ini penting untuk membantu petani memenuhi kebutuhan sarana produksi sehingga kegiatan usaha tani dapat berjalan dengan baik,” ujar Atma kepada jazirahnusantara.com, Jum’at (16/10/2026)

Berdasarkan data alokasi program bantuan bibit pala 2026, kata Atma, terdapat 12 kelompok tani yang menjadi sasaran program dengan total luas lahan mencapai 300 hektare. Program bantuan tersebut mencakup penyediaan 30.000 bibit pala dan alokasi pupuk sebanyak 110 ton.

Program perluasan tanaman pala menyasar delapan kelompok tani yang tersebar di lima kecamatan, yakni Taliabu Timur Selatan sebanyak satu kelompok, Tabona satu kelompok, Taliabu Selatan tiga kelompok, Taliabu Barat dua kelompok, dan Taliabu Utara satu kelompok.

Sementara itu, program rehabilitasi tanaman pala diperuntukkan bagi empat kelompok tani di Kecamatan Taliabu Utara.

Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memastikan distribusi pupuk setelah tiba di Bobong akan dilakukan secara terkoordinasi berdasarkan alokasi kelompok penerima.

Pengawasan distribusi tersebut diperlukan agar pupuk diterima oleh kelompok tani yang telah ditetapkan dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan program perluasan maupun rehabilitasi tanaman pala.

Atma berharap dukungan Kementan melalui penyediaan pupuk dan bibit pala dapat menunjang pengembangan komoditas perkebunan, meningkatkan produktivitas tanaman, serta memperkuat usaha tani masyarakat di wilayah tersebut. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup