370 Kg Tuna Masuk ke Dapur MBG, Penyuluh BPPP Ambon Dorong Kerja Sama Nelayan–KOPDes ke Dapur MBG

Penyuluhan Perikanan BPPP Ambon Herman Musa mendampingi, Sekretaris KOPDes MP Wayo, dan Kepala dapur SPPG Desa Wayo saat melakukan transaksi jual beli ikan tuna di dapur SPPG Desa Wayo malam tadi. (Foto:IST)

JAZIRAHNUSANTARA — Penyuluh Perikanan BPPP Ambon, Kabupaten Pulau Taliabu, Herman Musa, mendorong percepatan kerja sama antara para pelaku usaha nelayan tuna di Desa Wayo dengan Koperasi Desa (KOPDes) Merah Putih sebagai pemasok tetap hasil tangkapan ikan tuna untuk Dapur MBG Wayo, salah satu titik penerima pasokan dalam program nasional Presiden Prabowo.

Menurut Herman, kolaborasi ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan rantai pasok perikanan dari nelayan dapat berjalan lebih pasti, terukur, dan menguntungkan.

“sekitar 370 kilogram ikan tuna dari Nelayan Desa Wayo berhasil masuk ke Dapur MBG melalui KOPDes Merah Putih malam tadi. Ini bukti bahwa sistem kerja sama mulai berjalan dan harus terus dikawal agar berkesinambungan,” ujar Herman Musa, Jumat (06/02/2025) kepada media ini.

Herman menegaskan bahwa peran penyuluh perikanan BPPP Ambon tidak hanya membina nelayan dalam teknik penangkapan, tetapi juga menghubungkan mereka dengan lembaga ekonomi desa agar hasil tangkapan memiliki pasar yang jelas melalui jalur resmi.

“Tugas kami adalah memastikan program nasional yang digagas Presiden Prabowo, dari nelayan hingga ke Dapur MBG, berjalan sesuai mekanisme. KOPDes Merah Putih menjadi simpul penting yang menghubungkan nelayan dengan kebutuhan pasokan di level dapur MBG,” tambahnya.

Dengan masuknya 370 kilogram tuna malam tadi,  Herman optimistis bahwa Nelayan Desa Wayo bisa menjadi salah satu contoh desa dengan rantai pasok tuna yang stabil dan berkelanjutan di Kabupaten Pulau Taliabu.

Ia berharap kerja sama ini terus diperkuat, baik dari sisi produksi nelayan, manajemen koperasi, hingga kelancaran distribusi ke Dapur MBG sekabupaten Pulau Taliabu nantinya, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat nelayan di Taliabu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup