Masjid Megah DPRD Terbengkalai Bertahun-tahun, Kini Kembali Direnovasi dan Jadi Sarang Anjing Liar
JAZIRAH – Bangunan Masjid DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah kini justru memprihatinkan. Berdasarkan pantauan media jazirahnusantara.com di lokasi, masjid tersebut tidak difungsikan dan berubah menjadi tempat berteduh anjing-anjing liar.
Tak hanya itu, area di sekitar masjid juga dipenuhi rerumputan liar jenis ilalang, menambah kesan terbengkalai dan jauh dari fungsi awal sebagai tempat ibadah.
Sejumlah warga setempat menyampaikan bahwa masjid tersebut sejak awal pembangunan tahap pertama memang tidak pernah benar-benar digunakan. Bahkan, ketika pembangunan baru selesai tahap awal, tidak ada upaya dari Pemerintah Daerah maupun pihak DPRD untuk mengaktifkan fungsi masjid tersebut.
Akibatnya, kondisi bangunan semakin rusak. Plafon gypsum di dalam mushola maupun di bagian emperan dilaporkan sempat jatuh karena tidak adanya perawatan dan penggunaan yang semestinya.
Ironisnya, pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali mengalokasikan dana sebesar Rp150 juta untuk mengganti plafon gypsum dengan plafon PVC. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Thita Mulia. Namun, hingga kini, masjid tetap belum difungsikan untuk bagian sekretariat dewan atau umum.
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik tentang efektivitas penggunaan anggaran daerah. Bangunan yang sejak awal tidak dimanfaatkan, kini kembali menyerap anggaran perbaikan, tanpa ada kejelasan rencana pemanfaatan ke depan.
Warga sekitar pun mulai menyuarakan kekecewaan. Mereka mendesak pemerintah daerah dan DPRD Pulau Taliabu segera membuka dan mengaktifkan masjid tersebut agar dapat digunakan masyarakat, bukan sekadar menjadi bangunan simbolik tanpa fungsi.
“Kalau memang ini masjid dibangun dengan uang rakyat, ya seharusnya difungsikan jangan dibiarkan mubazir begitu. Jangan sampai uang miliaran hanya menghasilkan bangunan kosong,” ujar, Amar, Kamis (22/01/2026) seorang warga dilingkungan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Lakaridu Hamura, saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi masjid.
“Saya sudah periksa itu, tapi memang masih berantakan di dalam, baru selesai ganti plafon. Katanya air dan kunci pintu juga belum ada yang berfungsi. Begitu juga bagian luar masih belum finishing, jadi kita masih harus tanyakan dulu ke kontraktornya,” ujar Lakaridu.
Ia menambahkan, secara prinsip pihak Sekretariat DPRD berencana mengaktifkan masjid tersebut dalam waktu dekat. Namun, pihaknya masih menunggu kejelasan dari rekanan pelaksana.
“Kalau saya itu sudah berencana aktifkan. Tapi kita cari kontraktornya dulu, baru kita sampaikan bahwa kita sudah mau pakai,” tambahnya. (Red)
















