Desa Wahe dan Perjalanan Panjang Menuju Terang

Antusias warga Wahe saat menyaksikan petugas PLN ranting Bobong melakukan pemasangan Meteran Lampu di salah satu rumah warga

JN–Suasana haru dan bahagia menyelimuti Desa Wahe, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku, setelah aliran listrik PLN akhirnya menyala untuk pertama kalinya sejak puluhan tahun desa tersebut berdiri.

Sejak tanggal 15 kemarin, cahaya lampu PLN resmi menerangi rumah-rumah warga. Momen bersejarah itu disambut dengan tangis haru, doa syukur, dan wajah penuh kebahagiaan dari masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan penerangan.

Penjabat Kepala Desa Wahe, Rosita Rajak, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas hadirnya listrik di desanya.

“Alhamdulillah, sejak tanggal 15 kemarin listrik PLN sudah menyala di Desa Wahe. Saat ini ada 64 kepala keluarga yang mendapatkan pemasangan gratis. Ini adalah kebahagiaan besar bagi masyarakat kami,” ujar Rosita dengan penuh rasa haru.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah desa masih akan terus mengusulkan sambungan listrik tambahan pada tahap berikutnya, termasuk untuk fasilitas umum seperti gereja dan rumah warga lainnya yang belum terjangkau.

Rosita juga menyampaikan bahwa untuk sementara waktu, pihak PLN memberikan solusi kemanusiaan dengan memperbolehkan warga yang belum terpasang untuk menyambung listrik dari rumah tetangga yang sudah memiliki sambungan.

“Untuk sementara, warga yang belum terpasang bisa menyambung dulu ke tetangga yang sudah ada listrik sambil menunggu pengusulan berikutnya,” katanya.

Antusiasme masyarakat begitu terasa. Anak-anak terlihat gembira menyaksikan lampu menyala terang di malam hari, para orang tua tak kuasa menahan air mata, dan sebagian warga bahkan menyebut momen ini sebagai sejarah hidup mereka.

Masyarakat Desa Wahe menyaksikan langsung lampu PLN hidup untuk pertama kalinya sejak 80 tahun Indonesia merdeka, sebuah penantian panjang yang akhirnya terbayar dengan cahaya harapan.

Hadirnya listrik PLN bukan hanya menerangi rumah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi pendidikan anak-anak, peningkatan ekonomi keluarga, serta masa depan Desa Wahe yang lebih baik. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup