BKKBN Maluku Utara Selaraskan Program Pengendalian Penduduk dengan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
JAZIRAHNUSANTARA – Kemendukbangga/ BKKBN, Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara terus berkomitmen untuk memperkuat ketahanan keluarga dan pengendalian penduduk sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kepala Perwakilan BKKBN Malut, Victor Palimbong, menuturkan bahwa visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” yang dijabarkan melalui 8 Misi Asta Cita, 17 Program Prioritas, serta 8 Program Hasil Terbaik Cepat, menjadi pedoman seluruh jajaran BKKBN termasuk di Provinsi Maluku Utara.
Victor menjelaskan bahwa Asta Cita poin ke-4 memberi perhatian khusus pada penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
“Salah satu implementasi penting dari penguatan sistem kesehatan nasional adalah meningkatkan ketahanan keluarga Indonesia, memaksimalkan bonus demografi, serta memperbaiki program kependudukan dan kesehatan reproduksi demi peningkatan kualitas penduduk,” ujar Victor, saat dihubungi Jazirahnusantara.com, Senin (23/02/2026).
Ia menambahkan bahwa pengendalian penduduk menjadi strategi utama dalam mendukung Asta Cita tersebut.
Victor menyampaikan bahwa menteri Kependudukan dan pembangunan keluarga/ BKKBN, Wihaji, secara konsisten menekankan agar seluruh pelaksanaan program selalu merujuk pada visi-misi Presiden dan Wakil Presiden.
“Bapak Menteri Wihaji selalu berpesan agar kami bekerja keras, inovatif, dan fokus pada sasaran. Quick Win seperti GENTING, GATI, TAMASYA, Super Aps, dan SIDAYA semuanya sudah berhasil diimplementasikan di Maluku Utara,” jelasnya.
Melalui program-program tersebut, berbagai intervensi berhasil diperkuat, mulai dari penanganan stunting, fatherless, TPA, SAKINAH, hingga pemberdayaan lanjut usia.
Victor mengungkapkan bahwa Total Fertility Rate (TFR) nasional saat ini berada pada angka 2,11, sementara TFR Maluku Utara berada pada 2,33 berdasarkan PK25.
“Angka ini sudah turun signifikan dari tahun 2024 yang berada di angka 2,43. Namun demikian, Maluku Utara masih berada di atas target nasional 2,10 sehingga kita harus bekerja lebih keras untuk mengejar target tersebut,” tegasnya.
Victor juga mengapresiasi capaian Pelayanan KB Serentak “Pantau KB 2026” yang menunjukkan hasil sangat baik untuk Maluku Utara.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen masyarakat, kader KB, TPK, tenaga kesehatan, PKB/PLKB, OPD KB se-Maluku Utara, Tim Pembina Wilayah, Tim Kerja, serta seluruh mitra. Semua ikut berperan aktif sehingga target dapat dicapai dengan sangat baik,” ungkapnya.
Victor menegaskan bahwa Perwakilan BKKBN Maluku Utara berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ketahanan keluarga, mengoptimalkan bonus demografi, dan menjalankan seluruh program strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Dengan sinergi dan komitmen bersama, kita optimistis Maluku Utara dapat berkontribusi signifikan pada pencapaian target nasional dan peningkatan kualitas penduduk,” pungkasnya. (Red)
















