Maluku Utara Raih Capaian Peserta KB Baru Tertinggi se-Indonesia

Sekretaris BKKBN Maluku Utara, Ansar Jainahu

 

 

JAZIRAHNUSANTARA — Provinsi Maluku Utara kembali mencatatkan prestasi nasional dalam pelayanan Keluarga Berencana (KB). Berdasarkan data capaian Pelayanan KB Gratis awal tahun yang berlangsung sejak 10 hingga 15 Februari 2026, Maluku Utara menempati posisi tertinggi secara nasional untuk kategori Peserta KB Baru (PB).

Dalam grafik capaian PB berdasarkan provinsi, Maluku Utara berada di peringkat pertama dengan torehan 96,41%, disusul Provinsi Bengkulu (95,12%) dan Banten (70,51%). Capaian gemilang ini menempatkan Maluku Utara jauh di atas sejumlah provinsi besar lainnya seperti Jawa Timur (51,71%), Sumatera Utara (52,87%), hingga Jawa Barat (44,50%).

Sekretariat BKKBN Provinsi Maluku Utara, Anshar Jainahu, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif tenaga lapangan KB, fasilitas kesehatan, serta dukungan masyarakat yang sangat tinggi terhadap program KB gratis pada periode tersebut.

“Presentasi capaian pelayanan KB gratis di awal tahun ini menunjukkan bahwa peserta KB baru atau PB di Maluku Utara menjadi yang tertinggi se-Indonesia. Ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses layanan KB bagi seluruh masyarakat,” ujar Anshar Jainahu saat dihubungi, Selasa (17/02/2026).

Ia menambahkan bahwa capaian ini juga menunjukkan efektivitas gerakan pelayanan serentak yang dilakukan mulai tanggal 10 hingga 15 Februari 2026, yang menyasar berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara.

Lebih jauh, Anshar menekankan bahwa keberhasilan ini menjadi motivasi bagi BKKBN Maluku Utara untuk terus memperkuat pelayanan KB pada momentum-momentum berikutnya.

“Kami berharap capaian tinggi ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan, demi kesehatan ibu, pengendalian angka kelahiran, serta penguatan keluarga berkualitas di Maluku Utara,” lanjutnya.

Dengan capaian hampir menyentuh 100 persen, Maluku Utara kini menjadi contoh nasional dalam percepatan pelayanan pengguna KB baru di awal tahun 2026. Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu bagi provinsi lain untuk meningkatkan pelayanan KB demi mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup