Minyak Tanah Bersubsidi di Pulau Taliabu Kosong Jelang Ramadan, Harga Eceran Melonjak
JAZIRAHNUSANTARA — Menjelang bulan suci Ramadan, warga Kabupaten Pulau Taliabu mulai kesulitan mendapatkan minyak tanah bersubsidi. Sudah sepekan terakhir, pasokan minyak tanah di tingkat pangkalan dilaporkan kosong, sementara harga eceran di jalanan justru melambung hingga di atas Rp12 ribu per liter, lebih mahal dari harga non-subsidi.
Padahal, Kabupaten Pulau Taliabu tercatat sebagai salah satu daerah di Maluku Utara yang menerima jatah minyak tanah bersubsidi. Diamna jatah Maluku Utara mencapai 70.139 KL. Kondisi kelangkaan ini pun memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat.
Salah satu warga, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan adanya dugaan kuat bahwa sebagian minyak tanah bersubsidi justru dijual keluar daerah.
“Banyak yang bilang minyak tanah dari Taliabu dibawa ke wilayah Sulteng untuk dijual dengan harga non-subsidi. Selain itu, dari pangkalan pun ada yang dialihkan ke penadah eceran sehingga dijual lebih mahal dari harga subsidi,” ujar salah satu warga yang enggan namanya dipublis, Kamis (12/02/2026) sore tadi.
Warga berharap pemerintah daerah dan aparat terkait segera menindaklanjuti persoalan ini, mengingat kebutuhan minyak tanah cenderung meningkat menjelang Ramadan. Tanpa pengawasan ketat, masyarakat kecil dikhawatirkan akan semakin terbebani oleh lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.
Sementara pantau media ini, sejumlah pangkalan minyak tanah bersubsidi di seputaran Kota Bobong, Wayo di Kabupaten Pulau Taliabu sudah kosong. Selain itu, harga eceran yang jual di pinggir jalan melebihi harga minyak tanah no subsidi, yakni 12.000 ribu rupiah. (Red)
















