2,5 Miliar per Bulan Mengalir Jika Yon TP Hadir, Tapi Pemda Taliabu Masih Diam
JAZIRAH – Progres kesiapan lahan pembangunan Yon Teritorial Pembangunan (Yon TP) dan rencana pembentukan Kodim di Kabupaten Pulau Taliabu mulai menuai sorotan. Upaya konfirmasi kepada Pemerintah Daerah terkait dokumen hibah, status sertifikat lahan, hingga target penyerahan lahan ke TNI tidak mendapat respons.
Hingga berita ini diterbitkan, Penjabat Sekretaris Daerah Pulau Taliabu, Maruf, serta Kepala Dinas Perkim, Arwin Tamimi, belum juga memberikan tanggapan atas konfirmasi media ini, Rabu (21/01/2026) melalui media seluler.
Berbeda dengan Pemda, Danramil Bobong, Mayor Inf. Kusairi, memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi terkini kesiapan lahan.
Mayor Kusairi menjelaskan, Pemda Pulau Taliabu telah menyiapkan lokasi lahan Yon TP yang berada di Desa Woyo dan Desa Kawalo. Proses pembebasan lahan tersebut bahkan telah diagendakan dalam Anggaran Perubahan Tahun Anggaran 2026 mendatang.
“Progres kesiapan Yon dari Pemda Kabupaten Pulau Taliabu sudah disiapkan di Desa Woyo dan Kawalo, dan sudah diagendakan oleh Pemda untuk pembebasan tahun ini melalui anggaran perubahan TA 2026. Untuk besaran anggaran kami tidak mengetahui secara detail, karena pelaksana pembebasan ada di Dinas Perkim,” jelas Mayor Kusairi.
Sementara itu, untuk rencana pembentukan Kodim Pulau Taliabu, Kusairi mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada pembahasan lebih lanjut dari Pemda. Kondisi keuangan daerah disebut menjadi salah satu faktor penghambat, meskipun lokasi lahan telah disiapkan.
“Untuk Kodim Pulau Taliabu, dari Pemda belum ada pembahasan, dihadapkan dengan kondisi keuangan Pemda saat ini. Namun lahan sudah disiapkan di Desa Kilong,” tambahnya.
Lebih jauh, Mayor Kusairi menegaskan bahwa kehadiran Yon TP nantinya akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, perputaran uang dari aktivitas personel militer dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Manfaat ekonomi jelas ada. Contohnya, setiap prajurit tamtama gaji ditambah remon sekitar Rp5 juta per orang. Jika jumlah personel Yon TP sekitar 500 orang, maka sekitar Rp2,5 miliar akan berputar setiap bulan di daerah,” ungkapnya.
Dengan nilai perputaran ekonomi tersebut, keberadaan Yon TP dan Kodim di Pulau Taliabu tidak hanya strategis dari sisi pertahanan, tetapi juga berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (Red)
















