Anas Urbaningrum Usul Pembahasan Pilkada Dilakukan Usai Pemilu Nasional 2029

Anas Urbaningrum, Ketua umum Partai Kebangkitan Nusantara

JN –Tokoh politik nasional Anas Urbaningrum menyarankan agar pembahasan mengenai pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan setelah seluruh rangkaian pemilu nasional 2029 selesai. Hal tersebut disampaikannya melalui kutipan yang diunggah di laman Facebook Anas Urbaningrum unofficially.

Menurut Anas, jika Pemerintah dan DPR mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang berkaitan dengan pemilu nasional dan pemilu lokal, maka pembahasan pilkada sebaiknya tidak dilakukan terburu-buru. Ia menilai masih tersedia waktu yang cukup panjang untuk mematangkan regulasi.

“Ada waktu yang cukup, sekitar 3,5 tahun, untuk memproses aturan main tentang pilkada secara matang, komprehensif dan benar-benar bagi perbaikan kualitas dan produktivitas demokrasi di tingkat lokal,” tulis Anas dalam pernyataannya.

Anas Urbaningrum yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pilkada langsung yang telah berlangsung selama kurang lebih 20 tahun terakhir. Evaluasi tersebut, kata dia, harus dilakukan secara objektif dan komprehensif dengan melihat kelebihan maupun kekurangannya.

Lebih lanjut, hasil evaluasi tersebut sebaiknya dibawa ke dalam forum konsultasi publik yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Ia menyebutkan perlunya keterlibatan kampus, lembaga penelitian, organisasi masyarakat sipil yang peduli pemilu, aktivis, analis, pengamat, hingga masyarakat luas.

“Konsultasi publik ini penting melibatkan banyak pihak. Bahkan ditambah dengan survei-survei dan forum obrolan langsung dengan rakyat,” lanjutnya.

Menurut Anas, seluruh masukan tersebut akan menghasilkan rancangan aturan yang lebih lengkap, matang, relevan, faktual, dan aspiratif. Draf tersebut kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan yang layak bagi Pemerintah dan DPR dalam memutuskan aturan main atau undang-undang penyelenggaraan pilkada setelah pemilu nasional 2029.

“Monggo, bisa!” tutup Anas dalam pernyataannya. (Red)

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup